Surabaya, Memorandum.co.id - Sebanyak 150 robot buatan siswa-siswi madrasah se-Indonesia beradu canggih dalam Kompetisi Robotik Madrasah 2019 di Surabaya, Jawa Timur. Ketua Panitia Kompetisi Robotik, Papay Supriatna mengatakan, kompetisi ini berpengaruh signifikan bagi pengembangan teknologi, robotika, dan otomasi di lembaga pendidikan yang dulu lebih dikenal sebagai sekolah agama. "Kompetisi digelar di Surabaya untuk menciptakan siswa menjadi pahlawan penyelamat dunia,"terang Papay Supriatna. Ada 335 tim yang mendaftar sebagai peserta dari berbagai daerah di Indonesia seperti Aceh, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Riau, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sumatera Barat, Papua Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Bali, Jawa Tengah, Banten, dan DI Yogyakarta. Di Surabaya, siswa Madrasah menurut dia sudah sangat bagus. "Banyak yang menjuarai event internasional, seperti MAN Kediri dan sudah banyak yang go internasional," tegas Papay.[penci_related_posts dis_pview="no" dis_pdate="no" title="baca juga" background="" border="" thumbright="no" number="4" style="list" align="right" withids="" displayby="tag" orderby="rand"] Dengan upaya simultan, Papay yang juga Kasubag TU KSKK Madrasah ini berharap madrasah dapat memperluas kompetensinya menjadi sekolah agama yang melek teknologi. Dikatakan Papay Supriatna, kompetisi Robotik Madrasah merupakan ajang kompetisi robot tingkat madrasah. Program ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 di Cilandak Town Square Jakarta Selatan, 2016 di Mall of Indonesia, Jakarta Utara, 2017 di ICE (Indonesia Convention Exhibition) Serpong, Banten, 2018 di Depok Town Square, Depok Jawa Barat. "Pada pelaksanaan tahun kelima 2019 ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas dan output yang dihasilkan. Kompetisi Robotik Madrasah merupakan program baru yang menjadi salah satu program unggulan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Program ini diselenggarakan setiap tahun," tegas dia. Katagori limbah, antara lain Rancang Bangun Mesin Otomatis untuk semua jenjang, MI, MTs dan MA. "Dalam kategori ini, peserta diminta menciptakan robot dengan tema Green Energy and Environmental Issues yang memiliki unsur robotika dan otomasi," kata Papay. Kategori Robot Pemilah Sampah untuk jenjang MTs. Dalam kategori ini, peserta diminta membuat robot (mobile robot) yang memiliki fungsi untuk memilah jenis sampah dan meletakkan sampah tersebut di tempat yang sesuai dengan jenisnya. Kategori Robot Pendeteksi Lingkungan dengan IoT untuk jenjang MA. Dalam kategori ini, peserta diminta membuat robot (mobile robot) yang bertugas mendeteksi lingkungan, seperti temperatur, warna, kelembaban udara dan sebagainya. (day/gus)
Kompetisi Robotik Madrasah 2019, Adu Canggih Robot Lingkungan
Minggu 17-11-2019,16:49 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 05-04-2026,11:57 WIB
Sekjen Herman Khaeron Beri Motivasi Kader Demokrat Jatim Menang Pemilu
Minggu 05-04-2026,18:00 WIB
PDIP Surabaya Resmi Ajukan PAW, Anas Karno Disiapkan Gantikan Adi Sutarwijono
Minggu 05-04-2026,22:29 WIB
Pedagang Melon di Pasar Gede Solo Rasakan Dampak Ekonomi dari Program MBG
Minggu 05-04-2026,16:47 WIB
Sapi Langka dan Daging Ilegal Marak, Pedagang Kota Pasuruan Mogok Total
Minggu 05-04-2026,19:09 WIB
Gelar Muscab, Tujuh Nama Berpotensi Pimpin DPC PKB Jombang
Terkini
Senin 06-04-2026,10:59 WIB
Inspirasi Ning Deninta Vasthy Berliani: Percaya Diri Jadi Diri Sendiri
Senin 06-04-2026,10:46 WIB
SBY dan Kader Demokrat Suntik Semangat LavAni, Menang Telak Lawan Samator 3-1
Senin 06-04-2026,10:33 WIB
Sisir Desa Lajing dan Tengket, Polsek Arosbaya Giat Patroli Dialogis Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Senin 06-04-2026,10:28 WIB
Patroli Obyek Vital di Widodaren, Polisi Ngawi Jaga Keamanan Masyarakat
Senin 06-04-2026,10:14 WIB