Surabaya, memorandum.co.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menghukum Budi Santoso selama 2 tahun penjara. Warga Jalan Setro Timur itu dinyatakan bersalah lantaran memproduksi dan mengedarkan kosmetik ilegal. Selain hukuman badan, Budi juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp 50 juta. Apabila tidak dapat membayar, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan. Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik menilai bahwa seluruh unsur pidana pasal sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rully Mutiara telah terpenuhi. Untuk itu, majelis hakim juga tidak menemukan adanya alasan pembenar ataupun pemaaf yang bisa menghilangkan pidana atas perbuatan pidana yang dilakukan oleh terdakwa. "Mengadili, menyatakan terdakwa Pasal 106 ayat (1) dan ayat (2) sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan jo pasal 60 UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja," tutur Hakim Erintuah Damanik saat membacakan amar putusannya di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (13/9). Menanggapi putusan majelis hak tersebut, Budi Santoso langsung menyatakan akan mengajukan upaya banding. "Saya banding yang mulia," ujarnya. Pada sidang dengan agenda penuntutan sebelumnya, Budi Santoso telah dituntut oleh JPU selama 5 tahun penjara serta pidana denda sebesar Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan. Untuk diketahui, Budi Santoso menjual barang-barang secara online di toko online nya seperti sabun mandi, handbody, pensil alis, dan semir rambut. Selain itu terdakwa juga memproduksi dan memperdagangkan sediaan farmasi dengan jenis kosmetik merek KLT tanpa disertai izin edar dari BPOM. Antara lain, sabun, toner, krim malam, krim pagi, tinercrystal dan sabun warna hitam. Setelah terdakwa memproduksinya, kosmetik itu disimpan dulu di gudang Jalan Setro Timur sebelum diperdagangkan. Setelah itu, terdakwa menjualnya secara online melalui marketplace. Terdakwa memiliki tiga akun di marketplace tersebut. Di antaranya, jaysshop, jny.cosmetics dan KosmetikMurahSby. Kosmetik-kosmetik itu disita petugas dari Polda Jatim sebelum sempat diedarkan. Polisi menemukan kosmetik sudah dimasukkan ke dalam mobil boks jasa ekspedisi di kawasan Jalan Kenjeran. Polisi lantas menggeledah tempat Budi di Jalan Lebak Timur dan Jalan Setro Timur. Dari hasil penyitaan itu terungkap jika Budi tidak memiliki izin untuk mengedarkan kosmetik tersebut. (jak)
Divonis 2 Tahun Penjara, Bos Kosmetik Ajukan Banding
Selasa 13-09-2022,17:35 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 17-08-2026,09:51 WIB
Ketika Ketegasan Bertemu Ketawadhuan: Komjen Pol Syahar dan Harapan Menjaga Martabat Polri
Senin 17-08-2026,10:59 WIB
Ratusan Peserta Senam Dahlan Iskan Style Meriahkan HUT ke-81 RI di Rumah Gadang
Senin 17-08-2026,14:30 WIB
Wakil Ketua DPRD Jatim Digugat Soal Ijazah di PN Surabaya
Senin 17-08-2026,21:41 WIB
KSOP Tanjung Perak dan Pelindo Salurkan Bantuan Gempa NTT melalui Kapal PELNI MV Tidar
Senin 17-08-2026,15:44 WIB
Bareskrim Gerebek Kasino di Batam, 197 Orang Diamankan dan Sita 7,79 M
Terkini
Selasa 18-08-2026,07:16 WIB
Upacara HUT RI di PKS Jatim, Bagus Prasetia: Kita Bangun Negara tanpa Melemahkan Rakyat
Selasa 18-08-2026,06:42 WIB
Semarak HUT ke-81 RI di Kota Kediri, Kapolres AKBP Kresno Wisnu Ajak Jaga Semangat Persatuan
Selasa 18-08-2026,06:07 WIB
Kemenimipas Buka Pendaftaran Calon Taruna/Taruni Poltekimipas 2026, Cek Formasi dan Syaratnya
Selasa 18-08-2026,06:00 WIB
Wali Kota Malang Pimpin Penyerahan Remisi HUT Kemerdekaan RI, 17 Napi Langsung Bebas
Senin 17-08-2026,21:47 WIB