Surabaya, Memorandum.co.id - PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) melalui salah satu Unit Pembangkitnya, UP Muara Karang berhasil mengubah keresahan masyarakat dari pencemaran sampah. Melalui salah satu program CSR unggulannya, yaitu Bank Tama (Bank Sampah Bahari Utama) menjadi gagasan PT PJB. Program CSR ini selain dapat mewujudkan lingkungan yang lebih baik, juga memberdayakan kelompok pemuda di lingkungan sekitar bidang kewirausahaan sosial. Direktur Utama PJB, Gong Matua Hasibuan menyampaikan salah satu tujuan PJB dalam menangani permasalahan sampah yang telah menggunung tersebut. Menurutnya, sudah menjadi DNA di tubuh PJBers untuk turut bertumbuh kembang dan berkontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar unit bisnisnya. Dikutip melalui data Indeks Potensi Kerawanan Sosial (IPKS) pada tahun 2019, Kelurahan Pluit menjadi kawasan dengan tumpukan sampah tertinggi di Kota Jakarta. Tak hanya itu, Pesisir Muara Angke di mana UP Muara Karang yang masuk dalam wilayah tersebut, menjadikannya sebagai salah satu area dengan tumpukan sampah tertinggi. Hal ini dikarenakan area tersebut menjadi muara dari 13 sungai yang ada. "Salah satu tujuan dari PJB Muara Karang bekerja sama dengan masyarakat membangun Bank Tama adalah untuk mengatasi masalah sampah yang dihadapi oleh masyarakat. Kegiatan yang awalnya hanya mengelola sampah plastik ini, di dalam masa pengembangan akhirnya dijadikan sebagai pusat pengumpulan dan pengolahan sampah organik maupun non-organik. Sinergi yang apik antara PJB dan masyarakat menghasilkan pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Para pemuda sekitar juga diberikan pembekalan dan pendampingan dalam pengelolaan budidaya maggot BSF yang berimplikasi dalam memberikan alternatif pendapatan untuk kelompok. Selain itu juga menciptakan produk untuk pakan dan tambak ikan yang ramah lingkungan, serta mengembangkan unit di bagian usaha kewirausahaan sosial. Melalui hasil dari analisis Social Return on Investment (SROI), poin yang dihasilkan dari program Bank Tama, mencapai 5,97. Setiap Rp. 1,. yang diinvestasikan oleh UP Muara Karang pada program tersebut dapat menghasilkan manfaat sosial senilai Rp. 5,97. Jika dinilai dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), program Bank Tama mendapatkan nilai sebesar 2.70. Melalui pengolahan dan konversi pengkali 30, didapatkan nilai akhir yang dikeluarkan adalah 81.10. Secara keseluruhan penilaian terhadap tingkat kesesuaian antara kinerja program dengan harapan atau tingkat kepentingan masyarakat untuk program CSR UPMK dapat dikatakan baik yaitu berada pada level 85,62 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja program CSR UPMKR telah memenuhi 85,62 persen harapan masyarakat. Program ini juga telah selaras dengan target pembangunan berkelanjutan SDG's poin 8, yaitu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua. (day)
PJB Sulap Gunungan Berkah dari Gunungan Sampah
Rabu 24-08-2022,14:05 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 28-02-2026,08:00 WIB
Perjalanan Sunyi Andik Mencari Kebenaran Iman, Gagal Jadi Pastor Malah Temukan Islam
Sabtu 28-02-2026,10:51 WIB
Buntut Surat Partisipasi Lebaran, Ketua LPMK Manukan Wetan di SP1
Sabtu 28-02-2026,06:43 WIB
BESS Mansion Hotel Surabaya Hadirkan 'Kampoeng Jadoel Muslim', Buka Puasa dengan View Sunset
Sabtu 28-02-2026,08:32 WIB
PMII Mojokerto Desak Polres Tindak Tegas Tambang Ilegal, Soroti Aktivitas di Bawah SUTET Jawa–Bali
Sabtu 28-02-2026,07:55 WIB
Kapolres Kediri Kota Audiensi dengan Mahasiswa, Tegaskan Terbuka pada Kritik dan Reformasi
Terkini
Minggu 01-03-2026,03:48 WIB
Semenyo Jadi Pahlawan, Manchester City Pepet Arsenal Usai Tumbangkan Leeds
Minggu 01-03-2026,00:16 WIB
BREAKING NEWS! Bangkit dan Menggila! Liverpool Pesta Gol 5-2 atas West Ham di Liga Premier Inggris
Sabtu 28-02-2026,22:33 WIB
Kapolres Nganjuk Pastikan Pengamanan Maksimal saat Kunjungan Menteri Sosial di Pendopo
Sabtu 28-02-2026,22:20 WIB
Polisi Klarifikasi Isu Tangkap Lepas Kasus LPG Subsidi di Sidoarjo
Sabtu 28-02-2026,22:12 WIB