new idulfitri

Perang Lawan Perdagangan Orang Diperketat, Imigrasi Jatim Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Perang Lawan Perdagangan Orang Diperketat, Imigrasi Jatim Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Kombespol Ganis Setyaningrum saat sosialisasi pencegahan perdagangan orang di Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menggelar sosialisasi kolaborasi lintas sektor untuk mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan melibatkan sekitar 100 peserta dari UPT Imigrasi dan lembaga pelatihan kerja se-Jawa Timur, Rabu 15 April 2026.


Mini Kidi Wipes.--

Kegiatan bertajuk “Bersama Melawan Perdagangan Orang: Kolaborasi Lintas Sektor dalam Melindungi Perempuan dan Anak” digelar di Hotel JW Marriott Surabaya.

Fokus kegiatan ini untuk memperkuat kewaspadaan dan menutup celah perdagangan orang, terutama yang menyasar perempuan dan anak.

BACA JUGA:Tercatat 346 WNA Terjaring Operasi Wirawaspada, Imigrasi Soroti Tingginya Pelanggaran WN China

Direktur Intelijen Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi, Agus Waluyo, menegaskan Jawa Timur berada pada posisi strategis sekaligus rawan.

Ia menyebut Jawa Timur menjadi kantong besar Pekerja Migran Indonesia penyumbang devisa, namun juga menjadi target jaringan kejahatan lintas negara.

“Modus kejahatan terus berkembang, merambah digital hingga perekrutan ilegal. Tanpa sinergi kuat hingga level desa, kita akan selalu selangkah tertinggal,” tegas Agus.

BACA JUGA:Salahgunakan Izin Tinggal, Tiga WNA Asal Tiongkok Terjaring Operasi Wirawaspada Imigrasi Surabaya

Sebagai respons, Imigrasi memperkuat program Desa Binaan Imigrasi dan Petugas Imigrasi Pembina Desa.

Kedua program ini diarahkan pada deteksi dini, pengawasan, edukasi publik, hingga penegakan hukum.

Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Direktur Reserse PPA dan TPPO Polda Jatim, Kombespol Ganis Setyaningrum, Sofie Puspitasari dari DP3AK, serta Kadir dari BP3MI Jawa Timur.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Ganis menegaskan TPPO masih marak dengan berbagai modus baru.

“Deteksi dini dan keterlibatan aktif semua pihak adalah kunci. Jika lengah, korban akan terus bertambah,” ujarnya.

Sofie Puspitasari menambahkan penanganan TPPO harus menyeluruh, mulai dari penindakan hingga pemulihan korban.

BACA JUGA:Perkuat Pengawasan WNA, Imigrasi Cilegon Satukan Langkah Lewat Rapat TIMPORA

“Kolaborasi lintas sektor bukan pilihan, tapi keharusan,” tegasnya.

Sementara itu, Kadir menekankan pentingnya tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia sesuai prosedur.

Ia menyebut BP3MI hadir sebagai layanan terpadu untuk memastikan perlindungan PMI dari hulu hingga hilir.

BACA JUGA:WFH Tiap Jumat, Imigrasi Pastikan Layanan Tetap Normal Tanpa Gangguan

Forum ini juga menyoroti penguatan sistem peringatan dini, sinkronisasi antarinstansi, serta edukasi masyarakat agar tidak terjebak jalur ilegal.

Imigrasi Surabaya menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan perdagangan orang.

Komitmen tersebut mencakup penguatan pencegahan, percepatan penanganan, serta perlindungan maksimal bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak. (mik)

Sumber:

Berita Terkait