Malang, Memorandum.co.id - Polres Malang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada seorang oknum wartawan yang mengaku dari media online dan cetak, EY (48), warga Lowokwaru, Kota Malang. Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat membenarkan adanya penangkapan oknum wartawan tersebut. “Benar, kami mengamankan satu orang yang diduga melakukan pemerasan di sebuah sekolah,” terang Kapolres Malang, Rabu (17/8/2022). EY ditangkap karena diduga melakukan pemerasan di salah satu sekolahan di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, hingga bernilai belasan juta Rupiah. Terduga pelaku ditangkap sekitar pukul 13.00 wib saat akan mengambil uang di sekolahan tersebut dengan nilai yang telah disepakati. Diperoleh informasi, Senin (8/8/2022) muncul pemberitaan di media online, yang menunjukkan ada seorang siswa yang lengannya lebam karena dicubit temannya. Pada berita tersebut dijelaskan bahwa ulah tersebut karena perintah salah satu oknum guru. “Namun setelah dari pihak Polres Malang dan Polsek Gondanglegi melakukan penyelidikan, aksi cubit-mencubit di sekolah itu tidak benar adanya,” kata Ferli Hidayat. Atas munculnya berita tersebut pada hari Rabu (10/8/2022) lalu pihak sekolah didatangi oleh seseorang yang mengaku dari wartawan media online dan cetak berinisial EY. Saat itu, EY mengutarakan maksudnya untuk meminta uang agar berita tersebut tidak dimuat dan tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian. “Saat datang ke sekolah tersebut terduga pelaku pemerasan meminta uang sebesar Rp25 juta,” ungkap Kapolres Malang. Pihak sekolah keberatan dan tidak bisa memenuhi permintaan tersebut. Akhirnya mencoba dan meminta separuh dari nominal yang diminta. Pelaku sepakat agar sekolah memberikan uang sejumlah Rp12.500.000 dan pelaku meminta pada hari Senin akan diambil ke sekolahan. “Pada saat yang bersangkutan mengambil uang damainya itu anggota Polres Malang mengamankan,” kata Kapolres Malang. Saat EY diamankan, ditemukan ID card, kartu anggota LSM, buku kwitansi warna hijau, amplop putih ukuran 23 cm x 8 cm yang berisi uang tunai pecahan lima puluh ribu sebanyak 100 lembar, sebuah handphone warna hitam. Modus operandi yang dilakukan terduga pelaku yakni dengan cara menakut-nakuti pihak sekolah atau dalam hal ini kepala sekolah dengan berita yang telah dimuat di mediaonline. Harapannya, memberi uang damai pada pelaku maka berita tidak dimuat terus-menerus dan juga tidak dilaporkan ke polisi atas kasus yang menimpanya. Akibat perbuatannya, terduga pelaku pemerasan sekolah di Kecamatan Gondanglegi ini disangkakan Pasal 368 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 9 bulan kurungan. (kid/ari)
Diduga Memeras, Polres Malang Tangkap Oknum Wartawan
Kamis 18-08-2022,07:59 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 01-06-2026,15:40 WIB
Jalan Ahmad Yani Gang 5 Tulungagung Kini Resmi Satu Arah untuk Mobil
Senin 01-06-2026,19:43 WIB
Eks Kepala UPT Tegaskan Kios Pasar Hewan Bakalanpule Lamongan Disewa Resmi, Bukan Jual-Beli
Senin 01-06-2026,16:04 WIB
Pelindo Sediakan Buffer Area untuk Atasi Kemacetan Truk di Tanjung Perak
Senin 01-06-2026,12:42 WIB
Upacara Hari Lahir Pancasila, Wawali Armuji: Pancasila adalah Jangkar Moral Hadapi Tantangan Global
Senin 01-06-2026,13:00 WIB
Tergulung Ombak Pantai Payangan, Jasad Barokatul Hidayat Akhirnya Dievakuasi dari Tengah Laut
Terkini
Selasa 02-06-2026,10:41 WIB
Lihai Bobol Mobil Pakai Kunci T, Spesialis Pencuri Komponen Kendaraan di Surabaya Akhirnya Diciduk Polisi
Selasa 02-06-2026,10:30 WIB
Dukung Petani Timun, Bhabinkamtibmas Polres Ngawi Aktif Monitoring Ketahanan Pangan di Desa Kuniran
Selasa 02-06-2026,10:19 WIB
Hore! Dana Banpol Parpol di Kota Madiun Segera Cair Rp948 Juta
Selasa 02-06-2026,09:58 WIB
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Klampis Beri Pendampingan Petani Jagung Buluk Agung
Selasa 02-06-2026,09:49 WIB