Hari berlalu, pada saat anak mereka berusia 5 bulan, terjadi keanehan dengan sikap Kukuh. Ia mulai jarang berada di rumah. Alasannya, ia ke rumah orang tuanya. Karena kecapekan, Kukuh tertidur di rumah orangtuanya. "Aku hanya bisa pasrah. Karena aku juga tak mau melarang Kukuh di rumah orang tuanya. Yang penting dia benar ada di sana," ucapnya. Waktu terus berjalan, ternyata sikap Kukuh malah menjadi-jadi. Kukuh semakin terlihat malas di rumah. Bahkan untuk menghubungi Yanti saja Kukuh terlihat enggan. "Aku bertanya dalam hati, ada apa dengan suamiku, kok begitu cepatnya dia berubah. Sampai tak jarang orangtuaku menanyakan kenapa Kukuh jarang di rumah. Apakah aku sedang bertengkar. Aku jawab tidak. Dia repot," kata Yanti berbohong. Hingga pada suatu saat, orang tua Kukuh datang ke rumah Yanti bermaksud untuk mengunjungi cucu mereka. Saat itu hari Minggu, Yantipun senang atas kunjungan itu. "Aku senang sekali saat itu. Tetapi, aku melihat keanehan saat mertuaku datang. Kok tidak dengan suamiku, kemana dia. Bukankah semalam dia bilang ada di rumah mertuaku," ucapnya. Setelah beberapa lama di rumahku, ibu Kukuh kemudian menanyakan keberadaan anaknya itu. Aku kaget, bukankah Kukuh di rumah mertuanya. Kok Ibunya malah bertanya kepada dia. "Karena tak mau memperpanjang pembicaraan. Aku bilang jika Kukuh sedang lembur. Padahal di hatiku bertanya-tanya terus. Dimana suamiku ?" urai Yanti. Sepeninggal mertuanya selang beberapa jam Kukuh pulang ke rumah. Yanti yang penasaran, akhirnya menanyakan kepada Kukuh kemana dia semalam. "Aku tanyakan baik-baik. Dia berbohong dengan alasan di rumah orang tuanya. Akhirnya dia tak bisa mengelak setelah kuberitahu orangtuanya barusan datang ke rumah dan menanyakan dia, " terangnya. Karena sudah terpojok, Kukuh melancarkan jurus terakhir yakni marah-marah. Yanti yang merasa tak bersalah akhirnya melawan Kukuh. Selama ini dia percaya dan patuh kepada Kukuh, tetapi ia malah disalahkan. "Dia yang salah kok malah marah-marah. Jelas aku tak terima. Akhirnya Kukuh meninggalkanku. Satu bulan kemudian aku kaget karena menerima surat panggilan sidang cerai. Setelah kubaca, ternyata Kukuh akan menceraikanku," sedihnya. Saat ini, Yanti hanya bisa menyesali keputusannya menikah dengan Kukuh. Dia pasrah, jika harus berpisah dengan Kukuh. Mungkin ini jalan takdir yang harus dilaluinya. " Aku pasrah. Biarlah, semua sudah terjadi. Aku menjadi janda saat umurku 20 tahun. Akan kuterima semua," kata Yanti. Setelah Yanti resmi bercerai, berselang 2 bulan, ia mendengar dari teman sekolahnya, jika Kukuh sudah menikah lagi. Dan istrinya adalah teman sekolah Yanti juga. "Yang bikin aku kaget. Istri barunya sudah hamil 6 bulan. Ternyata, Kukuh telah selingkuh sebelum bercerai denganku. Akupun bersyukur ternyata Tuhan menunjukkan semuanya. Kukuh bukanlah suami yang baik buatku," ungkapnya. (jak/ono/habis)
Nikah Dini Penyesalan Tiada Akhir (2-habis)
Senin 27-06-2022,10:00 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-04-2026,13:42 WIB
Pemugaran Sayap Barat Grahadi Tampilkan Sejarah 1810, Gunakan Material Khusus dari Jerman
Rabu 01-04-2026,15:37 WIB
Pengacara Terdakwa Pelindo Ajukan Eksepsi, Singgung Pasal UU Tipikor Lama dan KUHP Baru
Rabu 01-04-2026,11:20 WIB
Cabut SE WFH ASN Hari Rabu, Tidak Sinkron dengan Pemerintah Pusat
Rabu 01-04-2026,16:09 WIB
Satpam Perumahan Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus Divonis 6 Tahun Penjara
Terkini
Kamis 02-04-2026,09:17 WIB
Gempa M 7,6 Guncang Bitung: BMKG Terbitkan Peringatan Dini Tsunami, Status Siaga dan Waspada di 10 Wilayah
Kamis 02-04-2026,09:03 WIB
Gempa M 7,3 Guncang Bitung, Potensi Tsunami di Sulut dan Malut
Kamis 02-04-2026,08:49 WIB
Cerita Zevana Arga Vokalis StereoWall, Imbangi Karier Rock dan Peran Ibu Rumah Tangga
Kamis 02-04-2026,08:29 WIB
Perangi Pungli, Dirjen Imigrasi: Kita Cari Akar Masalahnya, Bukan Sekadar Penindakan
Kamis 02-04-2026,07:39 WIB