Malang, Memorandum.co.id - Universitas Brawijaya melalui Fakultas Pertanian, Senat Akademik Universitas Brawijaya mengukuhkan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc sebagai Profesor Kehormatan, Sabtu (25/06/2022). Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini menjadi profesor yang ahli dalam bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Alam. Menjadi Profesor kehormatan pertama, yang dimiliki Fakultas Pertanian UB. Rektor Universitas Brawijaya Prof.Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR, MS mengungkapkan, pemberian gelar Profesor kehormatan, menjadi yang pertama di Fakultas Pertanian UB. "Bidang ilmu ini sangat langka. Tidak sampai jari lima di Indonesia. Selamat untuk Ibu Siti Nurbaya dan keluarga. Karena untuk menjadi profesor kehormatan sangat luar biasa kriterianya. Apalagi UB sudah menuju universitas kelas dunia," terang Rektor UB, Nuhfil Hanani. Ia menambahkan, saat ini perguruan tinggi, baik nasional maupun global, sedang terjadi kompetisi yang luar biasa. Tidak ada pilihan, selain meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan penambahan Guru Besar. "Saya menandatangani SK Guru Besar ini, di sepertiga malam saat bertugas di Dubai. Semoga menjadi pertanda, menambah berkah bagi ilmu pengetahuan, pengabdian pada Bangsa dan Negara," lanjut Nuhfil. Pengukuhan Guru Besar ini, dihadiri Rektor Universitas Brawijaya, pimpinan dan anggota Majelis Wali Amanah, Pimpinan dan anggota Senat Akademik Universitas, Pimpinan dan anggota Dewan Profesor, Pimpinan Fakultas, Lembaga dan Departemen UB. Selain itu, turut hadir beberapa Menteri Kabinet. Seperti Menteri Pertanian, Menteri ATR/BPN, Menteri PPA, pimpinan MPR, DPR, DPD, para tokoh pendidikan dan pemerintahan, perwakilan NGO, dan jajaran pejabat KLHK, serta perwakilan Pemda. Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, Siti Nurbaya menyampaikan kebaharuan (novelty) tentang Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Dengan memberikan target pembangunan yang sangat fokus. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pembangunan sektor kehutanan. Seluruh program kegiatan memiliki indikator dan satuan volume ukur yang sama, yaitu CO2e. "Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, dilaksanakan melalui pendekatan terstruktur dan sistematis. Dikembangkan dengan pendalaman hubungan kausalitas antar kebijakan menghadapi tantangan global pengendalian perubahan iklim. Sehingga Indonesia dapat memberikan contoh kejujuran bahwa komitmen bukan hanya sekedar janji pledge. Akan tetapi betul-betul bekerja dalam delivered commitment," terang Siti Nurbaya. (edr)
Siti Nurbaya Bakar Dikukuhkan Sebagai Profesor Kehormatan UB
Sabtu 25-06-2022,19:48 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 05-01-2026,08:22 WIB
Polrestabes Surabaya Tetapkan Korban KDRT Jadi Tersangka
Senin 05-01-2026,10:51 WIB
Implementasi KUHP Baru, Pakar Sebut Sanksi Denda Bisa Kurangi Beban Negara dan Kepadatan Penjara
Senin 05-01-2026,09:55 WIB
Pajak Daerah Kota Malang Lampaui Target, Pendapatan Tembus Rp 890,2 Miliar
Senin 05-01-2026,12:41 WIB
Kapendam V/Brawijaya Pimpin Coffee Morning Perkuat Sinergi TNI dan Insan Media di Surabaya
Senin 05-01-2026,17:39 WIB
Rumah Penerima Bansos di Magetan Bakal Ditempeli Stiker
Terkini
Selasa 06-01-2026,07:16 WIB
Ruben Amorim Resmi Dipecat Manchester United Usai Konflik Internal
Selasa 06-01-2026,06:47 WIB
Ekspor–Impor Menguat, Kinerja TPS Tanjung Perak Tahun 2025 Stabil di Tengah Dinamika Global
Selasa 06-01-2026,06:15 WIB
Kemendukbangga Jatim Gaspol Turunkan Stunting Lewat Program MBG dan ASN Peduli-Berbagi
Selasa 06-01-2026,06:01 WIB
Bentuk Pelayanan Prima, Polres Kediri Fasilitasi Nobar Laga Persik vs Persib untuk Bobotoh di SLG
Senin 05-01-2026,20:50 WIB