new idulfitri

Dua Kelas SDN 1 Ngablak Kediri Digusur untuk Pembangunan KDMP, Siswa Belajar di Musala

Dua Kelas SDN 1 Ngablak Kediri Digusur untuk Pembangunan KDMP, Siswa Belajar di Musala

Aktivitas pekerja pembangunan gerai KDMP Desa Ngablak.--

KEDIRI, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, mengakibatkan dua ruang kelas SD Negeri 1 Ngablak digusur sehingga siswa harus belajar di musala dan aula sekolah, Rabu 25 Februari 2026.


Mini Kidi Wipes.--

Sebanyak 29 siswa kelas 2 yang terbagi dalam dua rombongan belajar terdampak pembongkaran tersebut. Padahal, ruang kelas itu sebelumnya masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Pantauan di lokasi, pembangunan gerai KDMP masih dalam tahap pengerjaan struktur bawah bangunan. Sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas pengecoran.

BACA JUGA:Sambangi Sekolah, Kapolsek Gurah Ingatkan Siswa Fokus Pengembangan Diri

Kepala SD Negeri 1 Ngablak, Sugeng Hariadi, menegaskan pihak sekolah berupaya memastikan proses belajar tetap berjalan. “Tugas saya di sini hanya memastikan anak-anak tetap bisa belajar dan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan tidak terganggu. Hal yang lain saya tidak punya wewenang,” ujarnya.

Sejumlah wali murid sempat berencana menyampaikan protes, namun mengurungkan niat dengan pertimbangan menjaga kondusivitas dan psikologis siswa.

BACA JUGA:RTH Bantaran Sungai Paron Kediri Telan Rp2,5 Miliar, Lokasi Pernah Digusur Satpol PP

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, M. Muhsin, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan panggilan telepon belum mendapat respons hingga berita ini diturunkan.

Pemerhati Lingkungan dan Pendidikan Kabupaten Kediri, Imam Bayu Wardhana, menilai kasus serupa juga terjadi di sekolah lain yang terdampak pembangunan KDMP, baik pada fasilitas perpustakaan, halaman, maupun bagian depan sekolah.


Gempur Rokok Illegal--

Menurutnya, pendidikan merupakan hak fundamental yang dijamin konstitusi. Ia meminta pemerintah daerah tidak mengorbankan fasilitas pendidikan demi proyek fisik.

Bayu juga menyoroti dugaan persoalan perizinan pembangunan KDMP di lokasi lain. Ia berharap ada evaluasi menyeluruh agar kebijakan pembangunan tidak merugikan lingkungan pendidikan. (roh/fai)

Sumber: