Surabaya, memorandum.co.id - Terbengkalainya rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Gununganyar Tambak menyisakan tanda tanya besar. Terlebih, rusun yang diprakarsai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) itu menyedot APBN dan APBD yang tidak sedikit yakni, sekitar Rp 25 miliar per blok. Kini kondisi Rusunawa Gununganyar Tambak memprihatinkan. Ribuan ilalang mulai tumbuh subur memenuhi area sekitar. Seluruh perlengkapan ruang kamar banyak yang hilang. Padahal keberadaan tiga blok bangunan setinggi lima lantai itu diharapkan menjadi solusi bagi warga miskin yang tak memiliki tempat tinggal. Suyono, warga sekitar yang berprofesi sebagai petani tambak mengatakan, Rusunawa Gununganyar Tambak mangkrak menahun. Saking lamanya, warga sekitar sampai menyebut rusun tersebut Candi Gununganyar. "Sudah lama tidak difungsikan. Sejak selesai dibangun sekitar 2016, rusun tersebut tidak pernah dipakai. Baru pada 2018, bangunan blok yang berada di depan disewa oleh Pemkot Surabaya, lalu dipakai setahunan terus kosong lagi," ungkapnya, Minggu (19/6). Suyono bercerita, saat pembebasan lahan pada 2014 silam, banyak warga yang bersiap-siap untuk mendaftar. Lalu ketika mulai pengerjaan tiang pancang atau pondasi, warga berbondong-bondong datang ke lokasi. Mereka berharap tercantum ke dalam waiting list setelah rusun tersebut tuntas dibangun. "Tetapi pas proyek pembangunan sudah jadi, malah blas tidak terpakai. Enggak tahu kenapa, kita juga penasaran. Padahal sudah dibangun bagus, ada masjidnya, ada aliran air bersih, ada listrik, lengkap tinggal pakai. Sekarang kondisinya malah seperti rumah hantu begini, tentu prihatin," ucapnya. Sementara itu, menurut aktivis Holik Ferdiansyah, mangkraknya Rusunawa Gununganyar Tambak ini menjadi catatan buruk pemerintahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Sebab, ada APBD yang terbuang sia-sia. Berdasarkan informasi yang dia himpun, dua blok yang berada di depan dibangun menggunakan APBN. Sedangkan satu blok di belakang memakan APBD Pemprov Jatim. "Bayangkan saja mas, satu gedung atau blok menghabiskan anggaran hingga Rp 25 miliar yang bersumber dari APBN dan APBD. Di lokasi ada tiga blok, tinggal dikalikan saja," paparnya. Selain merasa kesal, Holik juga kecewa. Uang rakyat tak terpakai sebagaimana semestinya. Usai dibangun, malah dibiarkan terbengkalai dan tidak terurus. Holik pun mendesak jajaran yang berwenang untuk mengusut. "Pembangunan Rusunawa Gununganyar Tambak ini merugikan negara," tegas dia. Kendati ragu, aktivis HMI Jakarta ini berharap Rusunawa Gununganyar Tambak dapat difungsikan dan dimanfaatkan. "Meski saya pribadi agak skeptis apakah rusunawa tersebut masih dapat difungsikan setelah melihat kualitas bangunannya yang agak miring," jelasnya. (bin)
Rakyat Menjerit, Rusunawa Gununganyar Tambak Dibiarkan Mangkrak
Minggu 19-06-2022,11:41 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 16-04-2026,20:12 WIB
Pabrik Solasi di Kompleks Suri Mulia Margomulyo Surabaya Terbakar
Jumat 17-04-2026,00:03 WIB
Stok Energi Aman, Harga BBM Subsidi Dipastikan Stabil hingga Akhir 2026
Kamis 16-04-2026,23:16 WIB
Produksi Susu Sapi Boyolali Naik Empat Kali Lipat, Suplai Capai 2.000 Liter Per Hari
Kamis 16-04-2026,21:42 WIB
Kebakaran Pabrik Selotip Margomulyo Surabaya Merembet ke Dua Gudang Lain
Jumat 17-04-2026,07:07 WIB
Cancel Terapis di Lokasi Setelah Lihat Foto, Soapland Massage Kenakan Cas Rp100 Ribu
Terkini
Jumat 17-04-2026,18:45 WIB
Humas Polda Jatim Raih 3 Penghargaan Nasional di Rakernis Humas Polri 2026
Jumat 17-04-2026,18:41 WIB
Ujian Perangkat Desa Tanjungsari Tulungagung Tuntas, Peserta Kompak Terima Hasil
Jumat 17-04-2026,18:40 WIB
Pastikan Informasi Program JKN Akurat, BPJS Kesehatan Mojokerto Perkuat Sinergi Media
Jumat 17-04-2026,18:37 WIB
Starting Lineup Persebaya Vs Madura United, Bajol Ijo Bidik Kemenangan
Jumat 17-04-2026,18:33 WIB