Gresik, Memorandum.co.id - Berbekal tutorial yang dipelajari dari laman Youtube, Krishna Adji Bimantoro (21) nekat mengoplos tabung gas LPG non subsidi 12 kilogram secara ilegal. Selama lebih kurang empat bulan beraksi, tersangka berhasil meraup jutaan rupiah. Kini, Bima harus mendekam di balik jeruji besi penjara Rutan Mapolres Gresik. Informasi yang dihimpun, tersangka melancarkan aksinya di rumah kontrakan di Perumahan Garden Hill, Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti. Praktik nakal tersebut dilakukannya sejak Januari 2022 lalu. Mulanya, pemuda yang telah berkeluarga itu berjualan gas seperti biasa. Karena tergiur untung besar, ia menghalalkan cara culas. Bima nekat mengoplos tabung gas non subsidi berukuran 12 kilogram. Bahannya diambil dari tabung LPG subsidi 3 kilogram. "Menggunakan alat khusus yang dirakit sendiri untuk memindahkan gas. Belajar dari Youtube. Kemudian dijual dengan harga relatif murah di bawah harga eceran tertinggi (HET)," jelas Kasat Reskrim Polres Gresik, Iptu Wahyu Rizki Saputro, Selasa (31/5/2022). Tabung gas oplosan itu dijual seharga Rp 150 ribu. Padahal di pasaran, satu tabung LPG non subsidi 12 kilogram harganya berkisar Rp 180 ribu. Kendati demikian, pemuda asal Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya itu sudah bisa meraup keuntungan Rp 80 - 90 ribu tiap tabung. Tabung - tabung warna pink itu dijajakan di sekitar perumahan. Ternyata, harga yang murah dari seharusnya membuat tabung oplosan itu diburu pembeli. Sehingga tersangka semakin tergiur. Aksi nakal Bima terus dilancarkan hingga akhirnya digerebek jajaran Satreskrim Polres Gresik pada 10 Mei 2022 lalu. Saat penangkapan, petugas juga menyita 20 tabung gas berukuran 12 kilogram warna pink, 80 tabung gas berukuran 3 kilogram warna hijau, 100 segel LPG ilegal serta puluhan perangkat selang dan regulator. "Kami juga mengamankan mobil Mobil Daihatsu Zebra L 1884 XW yang digunakan sebagai kendaraan operasional. Tersangka sudah ditahan dan dijerat Pasal 53 UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Juncto Pasal 68 UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar," tutupnya. Di hadapan penyidik, Krishna Adji Bimantoro mengaku mempelajari hal tersebut dari video tutorial di YouTube. Faktor ekonomi membuatnya memutar otak untuk mendapatkan penghasilan lebih. "Karena selain menghidupi keluarga. Saya juga membiayai orang tua dan mertua saya," ujar bapak anak satu itu.(and/har)
Cari Untung Besar, Pemuda Gresik Nekat Oplos LPG Non-Subsidi
Selasa 31-05-2022,18:27 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 27-09-2026,13:35 WIB
Temukan ART Didenda Rp3,5 Juta oleh Penyalur Ilegal, Eri Cahyadi Perintahkan Periksa 12 Agency
Minggu 27-09-2026,07:55 WIB
Sumur Warga Mengering, 50 Desa di Trenggalek Dilanda Kesulitan Air Bersih
Minggu 27-09-2026,12:11 WIB
Lawan Petugas Pakai Celurit, Pelaku Curanmor Asal Bangkalan Ditembak Polsek Sukolilo
Minggu 27-09-2026,08:01 WIB
The Doll Ghawiah: Sinopsis, Pemain, dan Mitos Boneka Uci yang Jadi Teror di Bandung
Minggu 27-09-2026,15:05 WIB
Eks Rektor UINSA Prof Akhmad Muzakki Disorot Dua Kasus Hukum, Kejari Surabaya Usut Dugaan Mafia Tanah
Terkini
Senin 28-09-2026,07:50 WIB
Polisi, TNI dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 13 Kilogram Sabu dari Malaysia
Senin 28-09-2026,07:27 WIB
Jamin Stabilitas Kamtibmas, Polsek Socah Patroli Kawasan Rawan 3C dan Narkoba
Senin 28-09-2026,07:12 WIB
Prakiraan Cuaca Jatim Senin 28 September, Waspadai Cuaca Panas dan Risiko Dehidrasi
Senin 28-09-2026,06:14 WIB
Tabrakan Maut Brio Kontra Truk di Hutan Baluran, Penumpang Asal Malang Tewas
Senin 28-09-2026,06:00 WIB