Surabaya, memorandum.co.id - Jemmy dinyatakan bersalah lantaran mengedarkan pil dobel L sebanyak 1.000 butir. Untuk itu terdakwa dinilai telah melanggar penyalahgunaan obat keras tanpa izin dinas kesehatan. Akibatnya, dia dijatuhi pidana penjara selama satu tahun dan pidana denda sebesar Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan. Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Moch Taufik Tatas menyatakan tidak ada alasan pembenar ataupun pemaaf yang dapat menghapuskan pidana yang telah dilakukan oleh terdakwa Jemmy. “Mengadili, menyatakan terdakwa Jemmy telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 197 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan,” kata hakim Tatas, di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (26/4). Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Furkon Adi Hermawan dari Kejari Surabaya, dengan pidana penjara 1 tahun dan 3 bulan, denda Rp 5 juta, subsider 2 bulan penjara. Terhadap putusan hakim, terdakwa Jemmy menyatakan mendeima, demikian JPU juga menyatakan menerima. “Terima pak hakim,” ujat Jemmy. Untuk diketahui, pada Oktober 2021 terdakwa Jemmy menghubungi Remon (DPO) , dengan maksud membeli pil dobel L sebanyak 1 botol berisi 1000 butir. Untuk dijual kembali. Disepakati mengambil ranjauan di sekitar terminal lama Pasuruan. Setelah mendapatkan pil LL, terdakwa kembali ke rumahnya, membagi menjadi 100 poket, per poket isi 10 butir dengan harga Rp20 ribu. Bertempat di warkop jalan Bangunsari terdakwa telah menjual 60 poket pil LL atau sebanyak 600 butir. Pada hari Kamis 6 Januari 2022 sekira pukul 22.00, saat sedang menunggu pembeli di warkop Bangunsari terdakwa ditangkap petugas Kepolisian Sektor Genteng. Setelah dilakukan interogasi, terdakwa mengakui masih menyimpan pil dobel L di tempat kos terdakwa di Jalan Bangunsari Gg I No 23, ditemukan 40 puluh poket pil dobel L sebanyak 400 butir. (jak)
Edarkan Pil Koplo 1.000 Butir Divonis Setahun
Selasa 26-04-2022,18:45 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 20-08-2026,08:50 WIB
Bos Restoran Korea Son Ga Surabaya Menghilang Usai Dilaporkan Kasus Pelecehan Seksual
Kamis 20-08-2026,13:15 WIB
Dari Cinta Palsu hingga Hadiah Fiktif, Begini Modus Sindikat Love Scamming
Kamis 20-08-2026,12:46 WIB
Mahasiswi Berprestasi Terancam Gagal dapat Beasiswa, Cak Ji Sidak BPS Surabaya Soroti Data Desil
Kamis 20-08-2026,13:32 WIB
Pelindo Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Nusa Tenggara Timur
Kamis 20-08-2026,12:49 WIB
46 Tersangka Sindikat Love Scamming Internasional Dilimpahkan ke Kejari Surabaya
Terkini
Jumat 21-08-2026,06:33 WIB
Polresta Sidoarjo Edukasi Pelajar tentang Pemahaman AI dan Bijak Medsos
Jumat 21-08-2026,06:01 WIB
Lindungi Warga dari TPPO dan TPPM, Imigrasi Soetta Kukuhkan Duri Kosambi sebagai Desa Binaan
Jumat 21-08-2026,04:32 WIB
OJK-Pemkab Trenggalek Dorong Budaya Menabung Pelajar melalui Program KEJAR dan Sangu Sampah
Jumat 21-08-2026,03:21 WIB
Pemancing Tenggelam di Tambak Putat Lor Gresik Ditemukan Tewas, Diduga Kram Saat Berenang
Jumat 21-08-2026,02:17 WIB