Surabaya, memorandum.co.id - Panitia Khusus DPRD Jatim pembahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPj) Gubernur Tahun Anggaran 2021 meminta organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur transparan dalam menyampaikan data. Karena itu, pansus LKPj menemukan banyak kejanggalan ketika pendalaman materi. Anggota Pansus DPRD Jatim Pembahas LKPJ Gubernur Jatim TA 2021, Amar Saifudin menyampaikan tidak sinkronnya data LKPj Gubernur jatim dengan kondisi riil di lapangan. Sehingga pansus masih menunggu laporan tertulis dari setiap OPD, berapa anggaran yang terkena refocusing dan digunakan untuk apa saja. “Kalau nanti jawaban itu tidak bisa sesuai dengan data-data yang ada di APBD, maka kami bisa meningkatkan hak untuk minta penjelasan lebih lanjut melalui hak interpelasi (hak bertanya) kepada gubernur,” tegas Amar Saifudin, Rabu (13/4). Pansus mengancam meningkatkan hasil rekomendasinya nanti, menjadi hak interpelasi kepada gubernur, apabila OPD tidak menyajikan data yang sesuai dan transparan. Potensinya munculnya hak interpelasi tersebut serius diungkapkan beberapa anggota Pansus LKPj Gubernur tahun 2021. Politisi PAN ini menyebutkan, terkait penggunaan anggaran bantuan transfer tunai (BTT) sebagai belanja tak terduga di APBD 2021. Asal dana BTT yang cukup besar itu didapatkan setelah mengurangi anggaran dari seluruh OPD di Pemprov Jatim, termasuk anggaran di Sekretariat DPRD Jatim. “BTT tak terduga itu besar sekali. Saat perubahan APBD 2021 itu semua anggaran OPD kena refocusing. Yang nambah hanya sekretariat daerah Rp 20 miliar dan BPKAD naik menjadi Rp 3,6 triliun,” papar Amar. Senada, Dwi Hari Cahyono, wakil ketua Pansus DPRD Jatim Pembahas LKPj Gubernur juga akan menggulirkan hak interpelasi pasca menyelesaikan rekomendasi pansus nanti. Pasalnya, dari segi anggaran tahun 2021, pansus sudah minta data refocusing tapi belum disampaikan. Baru OPD rumah sakit daerah saja yang masuk. “Kalau ternyata nanti data refocusing semua OPD yang disampaikan tidak sesuai, maka LKPj ini kan tidak bisa menerima atau menolak. Tetapi, ketika ada temuan, makan kita akan melanjutkan dengan melakukan hak bertanya,” tegasnya. Karena berdasarkan data-data BPS, indikator indeks kinerja utama (IKU) ternyata sangat beragam dan transparan. Tapi para pembantu Gubernur diduga kuat mengolah data-data BPS Hanya yang positif saja. Sehingga Laporan Gubernur yang disampaikan di Paripurna DPRD Jatim 11 IKU tercapai sesuai target dan berhasil. “Padahal hampir semua OPD itu mengeluh, ketika hearing dengan kita mengatakan anggarannya di potong dan terbatas. Tapi kenyataanya IKU nya Bagus semua,” ungkap Ketua Fraksi Keadilan Bintang Nurani DPRD Jatim ini.(day)
Pansus LKPj Gubernur Siap Gunakan Hak Interpelasi
Rabu 13-04-2022,16:42 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 27-09-2026,00:03 WIB
Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8 Tujuh Hari
Minggu 27-09-2026,01:00 WIB
DPRD Jatim Dorong Pemprov Perkuat Pelindungan Data untuk Cegah Pinjol Ilegal
Minggu 27-09-2026,06:30 WIB
Hasut, Film Horor Psikologis Rachel Amanda Tayang 8 Oktober 2026
Minggu 27-09-2026,07:55 WIB
Sumur Warga Mengering, 50 Desa di Trenggalek Dilanda Kesulitan Air Bersih
Minggu 27-09-2026,02:00 WIB
Panas Ekstrem dan Polusi Udara Tingkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke
Terkini
Minggu 27-09-2026,21:24 WIB
Jurnalis Hilang 20 Hari di Anak Krakatau, Keluarga Bagus Khoirunas Gelar Salat Gaib
Minggu 27-09-2026,21:17 WIB
Gangster Anak Kerap Berulah di Surabaya, Ahli Hukum Minta Orang Tua Tak Lepas Tangan
Minggu 27-09-2026,21:08 WIB
Indonesia Kehilangan Potensi Emas Asian Games 2026, Usai Riski Juniansyah Dipastikan Absen
Minggu 27-09-2026,20:56 WIB
Banjir Apresiasi, Atlet Jatim Sumbang Satu Medali Emas di Asian Games 2026
Minggu 27-09-2026,20:35 WIB