Surabaya, Memorandum.co.id - Mustofa, Bahrul Ulum dan Moh Luthfi didakwa melakukan pencurian satu buah unit HP. Aksi tersebut dilakukan saat mengantar kusen pesanan pemilik rumah di Perum Royal Residence, Wiyung yaitu Lasmini. Perbuatan mereka berujung menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Peristiwa pencurian yang dilakukan ketiga orang terdakwa yang berprofesi sebagai kuli angkut itu terjadi pada Kamis (16/12) sekira pukul 14.30. Saat itu, Aris Buchari selaku supir PT Kencana Harmonika bersama para terdakwa mengirim barang ke lokasi proyek rumah di Perum Royal Residence. "Setelah sampai di lokasi para terdakwa langsung menurunkan barang dari atas truk untuk dibawa masuk ke dalam rumah. Saat berada di dapur terdakwa Moh Lutfi mencari kardus guna keperluan alas. Kemudian melihat satu buah HP warna hitam yang tergeletak di atas meja dapur dan ditutupi kardus kosong," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi saat membacakan dakwaannya di PN Surabaya, Kamis (10/3). Setelah itu, sambung Deddy, Moh Lutfi memberitahukan kepada terdakwa Mustofa dan Bahrul Ulum. Kemudian para terdakwa bersepakat untuk mengambil HP tersebut dengan maksud untuk dijual guna membeli bensin dan rokok. "Terdakwa Moh Lutfi mengambil HP tersebut dan disimpan di dalam saku celana yang digunakannya, sedangkan terdakwa Mustofa dan Bahrul Ulum mengangkat barang sambil mengawasi situasi," imbuhnya. Lebih lanjut JPU menjelaskan Moh Lutfi sempat merasa takut dan mengembalikan HP tersebut. Namun, Mustofa mengambilnya kembali. HP hasil curian itu kemudian sepakat dimasukkan di dalam baju yang diselipkan di perut. "Setelah berhasil mendapatkan barang curian berupa HP tersebut, para terdakwa pergi naik ke dalam truk lalu meletakkan handphone tersebut di belakang jok penumpang sebelah kiri tanpa sepengetahuan Aris Buchari," jelasnya. Aksi pencurian itu diketahui Lasmini saat aka melihat jam di HP nya tersebut. Setelah mencari keberadaanya dan tidak diketemukan, Lasmini memberitahukan kepada Suyanto bahwa dia curiga HP miliknya diambil oleh para terdakwa. "Atas kejadian tersebut, Lasmini melaporkan kehilangan tersebut kepada sekuriti perumahan," ucap JPU. Setelah mendapatkan informasi dari Lasmini, sekuriti lalu memberhentikan mobil truk yang dikendarai para terdakwa. Kemudian, ditanyakan perihal keberadaan HP milik korban yang hilang. "Saat ditanya, para terdakwa menjawab tidak tahu. Namun saat dilakukan penggeledahan, HP tersebut ditemukan dibelakang jok penumpang sebelah kiri. Dan akhirnya diakui oleh para terdakwa mereka mengambil HP milik Lasmini," bebernya. Atas kejadian tersebut, Lasmini mengalami kerugian sekira Rp 2,25 juta. "Perbuatan Para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)," ujarnya. (jak)
Antar Barang Malah Curi HP, Tiga Kuli Angkut Diadili
Kamis 10-03-2022,12:42 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 21-10-2026,20:38 WIB
Bareskrim Bongkar Judi Online Berkedok Gacha Boxkia.com, 4 WN Cina Ditangkap
Rabu 21-10-2026,17:15 WIB
Qatar Airways Gugat Putusan BPSK Surabaya, Diminta Ganti Rugi Rp206 Juta gegara Koper Hilang
Rabu 21-10-2026,19:29 WIB
Sopir Eks Kadis ESDM Jatim Akui 5 Kali Pindahkan Tas Berisi Uang ke Mobil Dinas
Rabu 21-10-2026,19:25 WIB
Istri Ditagih Utang, Suami Tebas Karyawan Bank Titil dengan Parang di Jombang
Kamis 22-10-2026,02:07 WIB
36 OTT KPK Era Prabowo-Gibran, Mayoritas Sasar Kepala Daerah
Terkini
Kamis 22-10-2026,10:47 WIB
Puluhan Kios Pasar Cukir Jombang Ludes Dilalap Si Jago Merah
Kamis 22-10-2026,10:41 WIB
Satlantas Polres Tulungagung Borong Dua Penghargaan Polda Jatim, Bukti Kinerja dan Sinergi
Kamis 22-10-2026,10:21 WIB
Antisipasi Aksi 3C, Polsek Tanjung Bumi Gencarkan Patroli dan Awasi Kompleks Pertokoan Emas
Kamis 22-10-2026,10:11 WIB
Tiga Siswa Sekolah Rakyat Jember Diduga Dianiaya, Komisi X DPR RI Panggil Kemendikdasmen
Kamis 22-10-2026,10:01 WIB