Malang, Memorandum.co.id - Meski pandemi Covid-19 mulai terkendali namun pergerakan ekonomi perlu dikawal bersama agar tumbuh positif. Ini mengantisipasi ancaman risiko pandemi maupun dinamika perekonomian dunia. Masa pandemi, sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) mengalami guncangan sangat dahsyat sehingga terpuruk. Terjadi penurunan pendapatan dan bahkan pengurangan tenaga kerja. Itu tersampaikan pada webinar ‘OJK Mengajar’ dalam rangka HUT ke 10 OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang diikuti sekitar 2.600 orang, Jumat (12/11/2021). Dengan tema ‘Dampak Pandemi terhadap Perekonomian dan Sistem Keuangan, serta Peran OJK dalam Pemulihan Ekonomi Nasional’, menghadirkan narasumber anggota Dewan Komisioner OJK, Ahmad Hidayat dan Guru Besar FEB UB, Prof Candra Fajri Ananda. Ahmad Hidayat menyampaikan pandemi berdampak pada stabilitas perekonomian sehingga angka pengangguran pun meningkat. “Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di negara lain di dunia,” katanya. Disebutkan, Survey BPS tahun 2020 menyebutkan sektor UMKM redup karena pendapatan anjlok. Sebanyak 84% UMKM mengalami penurunan pendapatan, sebanyak 78,35% mengalami penurunan permintaan karena pelanggan terkena dampak Covid-19. Selanjutnya, sejumlah 25% sektor jasa, makanan dan minuman juga menurun omsetnya, sebanyak 62,21% UMKM mengalami kendala keuangan dan sejumlah 33% UMKM mengurangi jumlah karyawan. “Ini menunjukkan dahsyatnya Covid-19 yang mempengaruhi perekonomian kita. Berbeda dengan krisis finansial tahun 1998, saat itu kita bisa survive karena waktu itu orang masih bisa melakukan aktivitas, bisa bekerja dan melakukan perjalanan. Tapi situasi kemarin (pandemi Covid-19, red) mengharuskan kita melaksanakan PPKM sehingga aktivitas perekonomian sedikit terganggu,” papar Ahmad Hidayat. Membangkitkan UMKM, OJK membuat kebijakan yang melonggarkan pelaku UMKM melalui program KUR (Kredit Usaha Rakyat). “Kredit usaha rakyat untuk yang kecil dan menengah menjadi perhatian kami,” terangnya. Program ini dilakukan OJK hingga di tingkat daerah bekerjasama dengan BI dan Industri Jasa Keuangan untuk menciptakan KUR kluster yang memperhatikan kearifan lokal. Harapannya dukungan ini mampu menggerakkan perekonomian. “Kita juga melakukan pembinaan UMKM kerjasama dengan BI dan pemerintah,” ujarnya. Sementara itu, Candra menyampaikan pemerintah telah membuat kebijakan untuk pemulihan ekonomi. Diantaranya perubahan UU Perpajakan, PPn, pajak UMKM beromzet Rp 500 juta. “Reformasi perpajakan, reformasi pajak daerah ini adalah upaya pemerintah untuk tetap pada titik ekonomi kita pulih,” jelasnya. Acara ini dihadiri PR I UB Prof Aulani'am, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri, perwakilan BI, OJK, perbankan. (ari/gus)
Jaga Pertumbuhan Ekonomi, OJK Dorong Penguatan UMKM
Sabtu 13-11-2021,08:08 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 12-05-2026,15:36 WIB
Tertipu Arisan Bodong, Penyanyi Dangdut Wadul ke Rumah Aspirasi Cak Ji
Selasa 12-05-2026,12:02 WIB
J&T Cargo Cabang Surabaya Digugat Toko Petshop Rp3,6 Miliar
Selasa 12-05-2026,12:47 WIB
Ditressiber Polda Jatim Bongkar Sindikat Pencurian dan Manipulasi Data untuk Registrasi Sim Card
Selasa 12-05-2026,12:44 WIB
Dugaan Pemalsuan Dokumen, Penyidik Polrestabes Surabaya Dinilai Abaikan Bukti dan Fakta
Selasa 12-05-2026,15:25 WIB
RSUD Jombang Ingatkan Bahaya Kelelahan Mental Akibat Digitalisasi, Waspadai FOMO hingga Kecanduan Gadget
Terkini
Rabu 13-05-2026,08:55 WIB
Pembunuhan Sekuriti Graha Darmo Satelit Surabaya Gegara Pinjol, Uang Diduga Buat Beli Narkoba
Rabu 13-05-2026,08:50 WIB
Sering BAB di Pagi Hari? Itu Pertanda Tubuhmu Sehat
Rabu 13-05-2026,08:45 WIB
Cetak Sejarah! no na Jadi Girl Group Indonesia Pertama yang Tampil di The First Take Jepang
Rabu 13-05-2026,08:21 WIB
Pabrik Ayam CV JPN di Denanyar Belum Kantongi SLF, PUPR Jombang Beri Deadline Juli
Rabu 13-05-2026,08:00 WIB