Oleh: Ainur Rohim Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Memorandum adalah surat kabar paling berpengaruh di Jawa Timur. Tidak ada surat kabar yang namanya ‘tipis-tipis’ dipakai oleh sejumlah surat kabar lain yang terbit belakangan selain Memorandum. Dari sisi ini saja kita tahu, nama ‘Memorandum’ ini sangat marketable. Orang mudah mengingatnya dan menjadi top of mind publik bersama Jawa Pos. Selama puluhan tahun, Memorandum lekat dengan trade mark surat kabar kriminal terbesar di Jawa Timur. Sebagian besar isi surat kabar adalah berita-berita peristiwa dari dunia kejahatan mulai dari ibu-ibu rumah tangga yang ketahuan mengutil, perselingkuhan, sampai perampokan dan pembunuhan. Ia menjadi alternatif bagi surat kabar lain di Jawa Timur, seperti Jawa Pos dan Surabaya Post, yang lebih suka memberikan ruang lebih besar bagi berita-berita politik dan pemerintahan. Tata letak Memorandum yang menonjolkan visual yang sering berdarah-darah di halaman pertama juga menjadi daya tarik pembaca, terutama masyarakat menengah ke bawah. Saat kelas menengah ke atas menjadi medan tempur Jawa Pos dan Surabaya Post, Memorandum mengisi celah yang ditinggalkan dan dilupakan dalam pertempuran itu: kelas bawah. Tentu saja pilihan tersebut bukannya tanpa risiko. Dengan menyisir segmen pembaca kelas bawah selama puluhan tahun, Memorandum identik dengan koran masyarakat proletar. Perusahaan-perusahaan besar berduit dengan pangsa pasar kelas menengah atas tentu memilih tidak beriklan di sana. Segmen pembaca berlangganan pun jelas lebih tipis peluangnya. Pembaca kelas bawah tidak termasuk kualifikasi pembaca yang suka berlangganan. Mereka cenderung sporadis untuk urusan membeli koran dan lebih sering komunal dalam mengonsumi media massa (filosofi koran di warung kopi: asyiknya rame-rame). Namun Memorandum selama puluhan tahun membuktikan bahwa pilihan bisnis dan kebijakan redaksi demikian tak keliru walau butuh keberanian. Apalagi saat dipimpin H Agil H Ali, terobosan-terobosan dan inovasi marketing media massa seringkali dimunculkan. Salah satu keunikan Memorandum adalah militansi para loper tembak yang tak sekadar menawarkan koran, tapi juga menyasar konsumen dengan gaya promosi yang proaktif dan kadang provokoatif. Keberadaan para loper tembak ini mendukung kinerja redaksi yang selalu mencari berita-berita peristiwa terhangat dan mendahului media massa lain karena kuatnya jaringan wartawan dengan aparat kepolisian di lapangan. Kemampuan lobi dan kedekatan Pak Agil dengan elite politik dan pejabat birokrasi juga membuat Memorandum diperhitungkan dalam urusan berita-berita pemerintahan. Kebijakan redaksional Memorandum yang kritis namun tetap mengedepankan keberimbangan membuat pemerintah dalam beberapa hal juga mendengarkan apa yang disuarakan surat kabar ini. Memorandum kini memasuki usia 52 tahun. Setengah abad yang panjang untuk sebuah media massa cetak melewati perubahan zaman yang tak terduga dan susah diprediksi. Saat sebagian besar surat kabar harian atau mingguan berplatform cetak tumbang, Memorandum tetap merangsek dan berusaha bertahan. Ini tentu tak mudah karena dengan demikian Memorandum harus melakukan sejumlah penyesuaian, terutama di tengah zaman yang mengandalkan kecepatan persebaran informasi berbasis internet. Selayaknya dipahami, ada pergeseran nilai-nilai pada diri pembaca media massa hari ini. Pertama, level pendidikan warga semakin meningkat dibandingkan puluhan tahun sebelumnya. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, pada tahun 2000, rata-rata lama sekolah di Sidoarjo adalah 8,8 tahun dan 7,6 tahun di Gresik. Tahun 2020, rata-rata lama sekolah di Gresik menjadi 9,3 tahun dan di Sidoarjo 10,5 tahun. Dua kota ini adalah satelit Surabaya, kota yang menjadi pasar utama Memorandum. Meningkatnya level pendidikan membuat pembaca semakin kritis terhadap banyak hal, termasuk informasi dan pemberitaan ini. (*)
Legenda Bernama Memorandum
Rabu 10-11-2021,14:25 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 19-10-2026,20:58 WIB
Patroli Gabungan Satpol PP Kota Madiun Sasar Toko Kelontong, Rokok Ilegal Nihil Temuan
Senin 19-10-2026,17:08 WIB
Polres Gresik Gerebek Sarang Narkoba Menganti, Amankan 12 Orang dan Sita 31,8 Gram Sabu
Senin 19-10-2026,21:32 WIB
Polusi Debu PT CIMP Lamongan Diprotes Warga, DLH Jatuhkan Sanksi
Senin 19-10-2026,20:51 WIB
Edarkan Tembakau Sintetis, Bima Saputra Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp 600 Juta
Senin 19-10-2026,21:25 WIB
Kapolda Jatim Kunjungi Ponpes Kediri, Motivasi Santri dan Ingatkan Bahaya Bullying
Terkini
Selasa 20-10-2026,15:07 WIB
Diserang Sekelompok OTK di Benjeng Gresik, Kepala 2 Pengendara Terluka Dipukul Balok Kayu
Selasa 20-10-2026,14:58 WIB
Gerbong Menuju Tanah Blambangan Masih Longgar, Saatnya Rebut Diskon 20 Persen ke Gandrung Sewu
Selasa 20-10-2026,14:49 WIB
Juknis Pengadaan Barang dan Jasa Kota Mojokerto Diubah, Tender Dini 2027 Dikebut
Selasa 20-10-2026,14:22 WIB
Minyak Solar Truk Bocor di Pucuk Lamongan, Pemotor Bergelimpangan
Selasa 20-10-2026,14:14 WIB