SIDOARJO -Penyebab kematian dr Bagoes, saksi kunci kasus megakorupsi P2SEM, disimpulkan akibat serangan jantung. Polresta Sidoarjo yang menangani kasus ini tidak menemukan adanya tanda-tanda mencurigakan atau tindak kriminalitas atas kematian dokter ahli jantung itu. “Sudah disimpulkan ada serangkan jantung. Korban mempunyai riwayat penyakit jantung dan sejumlah jenis penyakit lainnya yang sudah lama diderita. Hal ini disampaikan pihak keluarganya didukung riwayat penyakitnya. Selain itu dari hasil pemeriksaan di sel korban tidak ada bukti awal adanya benda atau barang yang patut dicurigai atas kematian korban. Jadi mati wajar, karena sakit,” beber Kapolresta Sidoarjo AKBP Zain Dwi Nugroho. Hal ini diperkuat dengan pemeriksaan saksi penghuni Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong dan rekaman CCTV. “Jadi untuk sementara tidak ditemukan tindak kriminalitas di kematian dr Bagoes. Sedangkan pihak keluarga juga keberatan jika korban harus diautopsi. Karena tidak adanya petunjuk awal atas kecurigaan itu, akhirnya kami pun menyimpulkan kematiannya wajar,” tegasnya. (iku/nov)
Kematian dr Bagoes Disimpulkan Wajar
Sabtu 22-12-2018,09:54 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 02-07-2026,09:09 WIB
Jejak 3 Ton Ganja Berakhir di Gudang Prambanan Blizland Cerme Gresik
Kamis 02-07-2026,09:03 WIB
Ini Kronologi Awal Terendusnya 3 Ton Ganja di Gresik, Hasil Operasi Senyap BNNP Jatim
Kamis 02-07-2026,08:45 WIB
Ungkap 3 Ton Ganja di Gresik: BNNP Jatim Siap Rilis Kasus Terbesar, Jadi Kado HUT Ke-80 Polri
Kamis 02-07-2026,14:49 WIB
Nasi Bungkus dan Panggung Sandiwara
Kamis 02-07-2026,16:39 WIB
Dandim dan Kajari Jember Rangkul Tokoh Lintas Agama, Komitmen Jaga Kerukunan
Terkini
Kamis 02-07-2026,22:05 WIB
Program JKN Kian Kuat, BPJS Kesehatan Cetak SDM Sehat Menuju Indonesia Hebat
Kamis 02-07-2026,22:02 WIB
Tinggalkan Profesi Kurir Paket, Pria Surabaya Jadi Pengirim Ganja dan Sabu
Kamis 02-07-2026,21:57 WIB
Data Jadi Dasar Penentuan Prioritas, Pemkab Lumajang Perbaiki 282 Rumah Tidak Layak Huni
Kamis 02-07-2026,21:55 WIB
Sekjen ATR/BPN Sebut Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Per Tahun
Kamis 02-07-2026,21:52 WIB