Malang, memorandum.co.id - Meskipun sudah ada lampu hijau untuk perkuliahan tahap muka, namun Universitas Brawijaya (UB), tidak langsung serta merta melakukan kuliah luring (tatap muka) penuh. Hal itu didasarkan pada kondisi level PPKM yang belum stabil. Selain itu, semester ini akan segera berakhir di pertengahan Desember 2021. Pertimbangan lain, mahasiwa UB berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tentunya, kepastian kondisi bebas Covid-19 pada mahasiswa, penting artinya. Hal ini sebagai salah satu upaya pencegahan potensi meluasnya Covid-19 dari berbagai daerah asal mahasiswa. "UB belum menerapkan kuliah tatap muka secara penuh. Meskipun sudah diperbolehkan. Pak wali (wali kota, red) juga memperbolehkan dengan berbagai persyaratan. Mulai swab bahkan PCR," terang Hery Prawoto Widodo SSos MAB, Koordinator Bagian Perencanaan, Akademik, dan Kerja Sama, saat dikonfirmasi, Kamis (21/10/2021). Ditambahkannya, sebagai upaya meluasnya virus, PCR maupun swab sangat efektif. Namun demikian, membutuhkan biaya yang tidak sedikit bagi mahasiwa. Tidak kalah pentingnya, adalah keterangan izin dari orang tua untuk kuliah tatap muka. "Kalau itu memberatkan dari segi biaya, tentu dikaji lagi. Untuk itu, kami masih menunggu instruksi pimpinan. Selain itu, memang dalam waktu dekat, akan dirapatkan mulai pak rektor hingga para dekan. Apalagi, kuliah semester ini, akan berakhir di pertengahan Desember," lanjutnya. Menurutnya, masa kuliah semester ganjil yang hanya hingga 1,5 bulan lagi, dirasa agak tanggung bagi mahasiwa yang kos. Namun demikian, saat ini kuliah tatap muka terbatas juga sudah ada. Khususnya bagi yang menjalani praktikum. Disinggung pembelanjaan hybrid, ia menjelaskan, memang sudah disiapkan beberapa sekenario. Termasuk salah satunya dengan hybrid atau campuran. Tentunya, dengan menerarapkan protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas serta menjahui kerumunan. "Yang itu, sudah kami lakukan dan siap. Karena itu, untuk semester depan, masih akan dirapatkan lagi. Apa luring penuh, menunggu level 1 atau gimana," pungkasnya. (edr/fer)
Level PPKM Belum Menentu, UB Belum Luring Penuh
Jumat 22-10-2021,00:44 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 07-06-2026,09:36 WIB
Petani Tersenyum, Bupati Gus Fawait Optimistis Jember Kokoh Jadi Bukti Lumbung Pangan Jawa Timur
Minggu 07-06-2026,12:02 WIB
Isak Tangis Warnai Autopsi Bidan RSUD Besuki, Keluarga Ungkap Watak Cemburu Buta Terduga Pelaku
Minggu 07-06-2026,11:52 WIB
Jember Pecahkan Rekor, Bantuan Alsintan Rp312 Miliar Digelontorkan untuk Petani
Minggu 07-06-2026,14:17 WIB
Nekat Gasak Tiang Rambu Dishub di Siang Bolong, Lansia di Surabaya Ditangkap Polisi Usai Viral
Minggu 07-06-2026,09:41 WIB
Tak Ingin Petani Jember Menangis, Bupati Fawait Pasang Badan Soal Pupuk dan BBM
Terkini
Minggu 07-06-2026,20:40 WIB
Pak Bhabin Jadi Penggerak Ketahanan Pangan, Dampingi Petani di Desa Winongan
Minggu 07-06-2026,20:01 WIB
Buka Gebyar PAUD 2026, Bunda PAUD Lumajang Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Minggu 07-06-2026,19:54 WIB
Polsek Blimbing Perkuat Ketahanan Pangan, Dukung Aktivitas Pertanian di Malang
Minggu 07-06-2026,19:48 WIB
Dipicu Pembakaran Sampah, Lahan Kosong di Kawasan Komersial GKB Gresik Terbakar
Minggu 07-06-2026,19:42 WIB