Surabaya, memorandum.co.id - Dalam sepekan penerapan lockdown terbatas ternyata terjadi penambahan hakim dan pegawai Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang terpapar Covid-19. Menurut Humas PN Surabaya, Martin Ginting, terakhir ada delapan orang yang melapor positif terpapar virus corona. Kedelapan orang tersebut yaitu tiga hakim, tiga panitera pengganti dan dua honorer. Karena alasan itu, PN Surabaya akhirnya memutuskan untuk memperpanjang masa lockdown hingga Selasa (20/7). "Selama lockdown terbatas diberlakukan sejak tanggal 2 sampai 9 Juli kemarin, hari demi hari hakim maupun ASN yang melaporkan kepada pimpinan terpapar virus Covid-19 terus bertambah, maka lockdown diperpanjang," tutur Humas PN Surabaya Martin Ginting, Minggu (11/7) Martin membeberkan pertimbangan lainnya yakni PN Surabaya juga sangat mendukung kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali. Dengan lockdown terbatas, pengadilan telah mengantisipasi kerumunan selama masa PPKM. Sebagian pegawai juga diharuskan bekerja dari rumah. Mereka yang positif diwajibkan isolasi mandiri. "Maka agar program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus di tengah masyarakat lebih berhasil, dipandang perlu di PN Surabaya tetap diberlakukan lockdown terbatas untuk menghindari adanya penumpukan massa di areal PN Surabaya yang berpotensi besar menjadi klaster covid-19 varian baru," bebernya. Selain itu, kebijakan lockdown ini diambil untuk melindungi hakim dan para pegawai dari resiko tertular virus. Sebelum memperpanjang lockdown, PN Surabaya telah berkoordinasi dengan Pengadilan Tinggi Surabaya. Hanya 25 persen yang tetap masuk kerja di kantor. Mereka rata-rata bekerja di bagian pelayanan. Sisanya harus bekerja dari rumah. "Kebijakan perpanjangan lockdown di PN Surabaya semata-mata atas pertimbangan untuk menyelamatkan jiwa para hakim dan ASN, maupun masyarakat sebagai pengguna jasa PN Surabaya," katanya. Martin menambahkan, selama lockdown sepekan pertama, PN Surabaya telah berhasil mengurai kerumunan pengunjung. Sehari rata-rata hanya 20 pengunjung yang datang. Mereka adalah para pencari keadilan yang sedang bersidang karena tidak bisa ditunda lagi dan pengguna lain yang bersifat mendesak. Khusus pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dilayani di pos pelayanan sementara di depan. Seluruh ruangan di PN surabaya setiap hari disemprot sanitasi oleh petugas. Tujuannya, supaya area pengadilan steril dari virus. "Diimbau kepada masyarakat pencari keadilan maupun pengguna jasa PN Surabaya dapat mengakses segala informasi secara online melalui aplikasi Sipinter tanpa harus datang ke pengadilan," ungkapnya. (mg5)
Hakim dan Staf PN Surabaya Positif Covid-19, Jumlah Terus Bertambah
Minggu 11-07-2021,17:08 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 30-04-2026,22:23 WIB
Disnakertrans Jatim Antisipasi May Day 2026, Isu Outsourcing dan Upah Kembali Menguat
Kamis 30-04-2026,20:29 WIB
Prakiraan Cuaca Jatim 1 Mei 2026 Udara Kabur Mendominasi di Sejumlah Wilayah
Kamis 30-04-2026,20:16 WIB
Siwalan Party Surabaya Admin Utama Dituntut 2,5 Tahun, Admin Pembantu 2 Tahun
Kamis 30-04-2026,16:07 WIB
Zeiniye Pimpin DPC PPP Situbondo, Target 15 Kursi pada Pemilu 2029
Kamis 30-04-2026,21:05 WIB
Pembunuhan Hasan di Wonokusumo Surabaya Polisi Buru Pelaku, Diduga Lebih dari Satu
Terkini
Jumat 01-05-2026,15:16 WIB
Ribuan Buruh Kepung Kantor Gubernur Jatim Rayakan Mau Day 2026, Ini Daftar Tuntutannya
Jumat 01-05-2026,15:09 WIB
Atasi Kecanduan Scrolling, Ekstensi Cat Gatekeeper Hadirkan Kucing Oranye Sebagai Penjaga Fokus Anda
Jumat 01-05-2026,15:03 WIB
Sering Merasa Begah? Coba Terapkan 5 Langkah Konsisten Ini untuk Pencernaan Sehat
Jumat 01-05-2026,14:57 WIB
Refleksi May Day, Mengenang Sejarah Perjuangan Delapan Jam Kerja hingga Menjadi Libur Nasional
Jumat 01-05-2026,14:50 WIB