Pasuruan, memorandum.co.id - Usai membokar peredaran telur infertil beberapa hari kemarin, Satreskrim Polres Pasuruan kini membongkar peredaran produk susu Nestle kadaluarsa yang diproduksi oleh PT. Nestle Indonesia Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (11/05/21) sore. Berdasarkan laporan, seorang pengusaha roti mengeluhkan produknya yang tidak jadi sempurna setelah membeli banyak dan kemudian mencampurkan bahan susu dari seorang pengusaha asal Sidoarjo. Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengungkapkan, produk ini sedianya sudah memasuki kedaluarsa. Namun oleh oknum yang tak bertanggungjawab dihapus tanggal kedaluarsa yang sebenarnya dan diganti dengan cetakan tanggal kadaluarsa yang baru. "Hasil temuan di lapangan, telah beredar Netsle Carnation, dari analisa kami, diduga kuat kode kadaluarsanya dipalsukan," ucap Rofiq. Rofiq menjelaskan, diduga kuat para pelaku memiliki akses terhadap produk yang sudah kadaluarsa. Yang seharusnya, produk ini harus dimusnahkan. Namun, produk tak layak konsumsi ini telah beredar dan ditemukan di toko roti dan toko minuman di Pandaan serta Kejayan. Karena sudah beredar, kepolisian segera mengamankan barang tersebut agar tidak membahayakan konsumen. "Kami sita terlebih dahulu barangnya, untuk mengantisipasi kerugian yang dialami konsumen," imbuhnya. Dari dugaan polisi, modus yang digunakan pelaku dengan menghapus tanggal kadaluarsa di bagian atas kaleng. Lalu, memberi cap tanggal kadaluarsa baru, sehingga bisa dijual kembali. "Tapi bisa dibedakan mana yang asli dari pabrik dan palsu. Ketika digosok menggunakan alkohol, untuk yang palsu, tulisan kadaluarsanya bisa dihapus. Sedangkan yang asli tidak bisa," beber Rofiq sembari memperagakan. Hingga kasus ini dirilis, pelaku pemalsuan masih melenggang bebas. Pihak kepolisian belum menentukan siapa yang bertanggungjawab atas tindakan pemalsuan ini. "Urgensinya kami segera sampaikan, bahwa telah beredar produk berbahaya ini di pasaran," jelasnya. Lanjut Rofiq, kasus ini sudah naik ke penyidikan, dengan menggunakan pasal UU tentang Perlindungan Konsumen dan UU tentang Pangan. Sehingga, 1872 kaleng Carnation kadaluarsa ini, bisa disita sebagai barang bukti. "Dengan ancaman hukuman 5 dan 4 tahun penjara, dan denda Rp 2 miliar dan Rp 4 miliar," ungkapnya. Sementara itu, Kepala Produksi PT. Netsle Indonesia Kejayan, Iwan mengatakan, pihaknya menyerahkan kasus hukum ini sepenuhnya ke penegak hukum. Untuk itu, pihaknya tidak bisa berkomentar lebih banyak. "Kami menghormati proses hukum yang berlaku di Polres Pasuruan," kata Iwan di Mapolres Pasuruan. (rul)
Polres Pasuruan Bongkar Peredaran Crimer Susu Kadaluarsa
Selasa 11-05-2021,22:14 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 17-10-2026,16:22 WIB
Perluas Perlindungan Buruh, Kapolri Resmikan Desk Ketenagakerjaan Serentak di Jombang
Sabtu 17-10-2026,16:12 WIB
Kelabui Petugas Satpol PP, Outlet Miras 23 Krembangan Siasati Transaksi Miras Terbuka di Depan Toko
Sabtu 17-10-2026,19:24 WIB
Kunjungi Polda Jatim, Kapolri Suyudi Gandeng Ulama dan Masyarakat Jaga Harkamtibmas
Sabtu 17-10-2026,22:41 WIB
Wali Kota Vinanda Prameswati Tutup Memorandum Drill Team Championship Seri 3 di UIN Syekh Wasil Kediri
Sabtu 17-10-2026,17:57 WIB
Dukung Asta Cita Presiden, Legislator Gerindra Surabaya Ajak Warga Kelola Sampah Mandiri dan Urban Farming
Terkini
Minggu 18-10-2026,12:42 WIB
PEPC JTB Rampungkan Partial Shutdown Lebih Cepat, Pasokan Gas Kembali Full Capacity 192 MMSCFD
Minggu 18-10-2026,12:33 WIB
Kisah Pilu Anak Down Syndrome di Rungkut Sebelum Meninggal, Didera Penyakit Kompleks dan Kerap Dibully
Minggu 18-10-2026,12:24 WIB
Bergerak Bersama, Marriott International Hotel Surabaya Gelar Lari Amal Road to Give 2026
Minggu 18-10-2026,12:15 WIB
Fokus Latihan di GBT, Winger Persebaya Miguel Pereira Targetkan Poin Penuh Lawan PSS Sleman
Minggu 18-10-2026,12:07 WIB