JOMBANG - Kecelakaan maut terjadi di Jalur Nasional Surabaya–Madiun, tepatnya di ruas Dusun Manisrenggo, Desa Gondang Manis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Rabu (12/6) sore, sekitar pukul 16.10. Tiga orang dilaporkan tewas di lokasi. Seorang di antaranya adalah anggota marinir atas nama Serda Jarni (41), asal Kabupaten Nganjuk. Sedang dua lagi warga sipil yakni Sri Bandiyani, warga setempat, kerabat pemilik warung pecel lele. Satu lagi yakni Bambang Purbudianto (65), asal Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, sopir pikap Mitsubishi L300 nopol AE 8832 YA. Diceritakan Samsul, saksi mata di lokasi kejadian. Kecelakaan bermula saat Bambang memacu pikapnya dari arah timur. Setibanya di lokasi, melaju bus Harapan Jaya AG 7391 US yang disopiri Bambang Budianto (50), warga Jalan Tosaren II RT 016/RW 006 Kecamatan Tosaren, Kota Kediri, dari arah yang sama. “Sopir bus melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, dan datang dari belakang. Tiba-tiba menabrak pikap dari belakang dengan keras,” ujar Samsul. Akibat diseruduk dengan kencang, Bambang kehilangan kendali hingga kendaraannya terbalik. Nahas, pikap yang tertabrak dari belakang terus nyelonong dan mengarah ke warung pecel lele yang berada di sisi kiri jalan. Malangnya, Sri Bandiyani yang sedang menyiram jalan tidak sempat menghindar. Begitu pula dengan Serda Jarni bersama rekannya yang sedang menikmati santapan makan siang. “Mobil terbalik lalu menabrak warung. Di lokasi, ada kerabat pemilik warung dan dua anggota tentara yang sedang makan,” sambung saksi ini. Kerasnya suara benturan membuat perhatian warga setempat. Mereka lalu berhamburan memeriksa sekaligus berusaha menolong para korbannya. Warga lain juga melaporkan kejadian ke petugas kepolisian yang kemudian datang ke lokasi. “Yang jelas ada 3 korban meninggal, dan satu lagi mengalami patah tulang tangannya. Beruntung, petugas segera dating ke lokasi dan segera mengevakuasi semua korban,” kata Samsul. Terpisah, Kanitlaka Satlantas Polres Jombang Iptu Sulaiman membenarkan kecelakaan yang menewaskan tiga orang tersebut. Ia menambahkan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mendalami penyebab kecelakaan itu. Salah satu upaya hukum yang diambil dengan meminta keterangan sopir bus yang menabrak pikap dari belakang. "Perkaranya telah ditangani Unit Laka Satlantas Polres Jombang. Selain mengakibatkan 3 korban jiwa, dan 1 luka-luka. Kerugian materi yang ditimbulkan ditaksir sekitar Rp 25 juta," pungkas Sulaiman. (wan/nov)
Anggota Tentara Jadi Korban
Kamis 13-06-2019,08:34 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 23-07-2026,06:45 WIB
Hari Pertama Pameran TP Surabaya, Allia Umrah dan Haji Plus Catat Puluhan Pendaftar Baru
Kamis 23-07-2026,09:11 WIB
Bukan Sekadar Pameran, Hari Kedua Event Umrah Haji Expo 2026 Memorandum Digoyang Live Dance di TP I
Kamis 23-07-2026,08:46 WIB
Profil Kuntadi: Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah, Ini Rekam Jejaknya
Kamis 23-07-2026,09:18 WIB
Hadir di Haji Umrah Expo Memorandum, Zatabbaru Kenalkan Program Pendampingan Salat Malam bagi Jamaah
Kamis 23-07-2026,08:48 WIB
Iseng Lewat, Rini Akhirnya Temukan Paket yang Cocok untuk Keluarga di Haji Umrah Expo 2026
Terkini
Kamis 23-07-2026,21:29 WIB
Masuk Musim Giling, PG Asembagus Serap Ribuan Tenaga Kerja di Situbondo Timur
Kamis 23-07-2026,21:26 WIB
Talenta SD Muhammadiyah 4 Pucang Meriahkan Expo Umrah Haji di Tunjungan Plaza 1 Surabaya
Kamis 23-07-2026,21:21 WIB
Bawa Sajam, Dua Residivis Curanmor Asal Malang Dilumpuhkan Jatanras Polda Jatim saat Ditangkap
Kamis 23-07-2026,21:13 WIB