Surabaya, memorandum.co.id - Bhakti Sanyoto mendatangi kantor notaris Anita Lucia Kendarto pada 6 September 2017 untuk mengambil sertifikat hak guna bangunan (SHGB) aset kantor PT Digital Visi Media (DVM) yang sudah selesai dibalik nama. Sertifikat itu sebelumnya atas nama pengembang properti sebelum cicilannya lunas. Namun, saat Direktur PT DVM itu datang ke kantor notaris, dia mendapat penjelasan bahwa sertifikat itu sudah diambil orang lain. Notaris menyebut Nujul Agung Setyawan sebagai orang yang mengambil sertifikat. Notaris menyerahkan saja karena Nujul juga mengaku sebagai komisaris perusahaan penyiaran tersebut. Bhakti mengakui bahwa Nujul menjabat sebagai komisaris perusahaan. Namun, pengambilan sertifikat menjadi kewenangannya sepenuhnya. Nujul sama sekali tidak berhak. "Sesuai AD/ART perusahaan wewenang mengambil sertifikat ada pada saya. Tapi, dia tanpa pemberitahuan, komunikasi dan koordinasi mengambilnya begitu saja," ujar Bhakti saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (18/2/2021). Bhakti mengomplain notaris. Dia keberatan sertifikat aset perusahaan diberikan kepada Nujul. "Notaris membeberkan ada kesalahan prosedur administrasi. Saya lalu diberikan salinan yang sudah dilegalisir," katanya. Bhakti menghubungi Nujul untuk meminta sertifikat dikembalikan kepadanya. Namun, Nujul disebut tidak bisa dihubungi. Nomor teleponnya tidak aktif. Bhakti juga mengaku tidak tahu tempat tinggal komisaris. "Sebelum itu dia juga sudah susah dihubungi. Nomornya tidak aktif," ucapnya. Nujul dilaporkannya ke polisi. Kini Nujul diadili dan didakwa menggelapkan sertifikat tersebut. Belakangan Bhakti tahu sertifikat itu diberikan Nujul ke Song Jin Ho, bos PT Philtera. Sertifikat itu sebelumnya dijaminkan ke Song karena PT DVM punya utang. Namun, Bhakti membantahnya. "Tidak ada informasi utang piutang antara PT DVM dengan Song Jin Ho," katanya. Nujul membantah keterangan Bhakti. Dia mengatakan, bahwa PT DVM punya hubungan kerja sama bisnis dengan PT Philtera. Perusahaannya itu punya utang dengan jaminan sertifikat kantor, Song menagihnya dan Nujul memberikannya. Dia dan Bhakti dulu sama-sama bekerja di PT Philtera. Kini PT DVM sudah diputus pailit. "Ada perjanjian kerja sama dengan Song Jin Ho. Sekarang PT DVM sudah pailit," ujar Nujul. (mg-5/fer)
Rebutan Sertifikat PT DVM, Komisaris Diadili
Kamis 18-02-2021,19:19 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 31-07-2026,11:54 WIB
Makan Bergizi Gratis Berujung Keracunan: Menu Disantap Senin, Kasus Baru Terendus Dinkes pada Rabu
Jumat 31-07-2026,06:57 WIB
Buntalan dan Karton Dilarang Masuk Bagasi, FK Patuh Jatim Imbau Travel Sosialisasi Aturan Baru Lion Air
Jumat 31-07-2026,20:39 WIB
Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo, Sujarno Akui Terima Uang Hasil Penambangan
Jumat 31-07-2026,09:45 WIB
Bukan Agenda Resmi, Pengurus PSHT Minta Anggota Percayakan Hukum ke Polrestabes Surabaya
Jumat 31-07-2026,10:27 WIB
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang Resmi Dibuka, Bupati Warsubi: Kesempatan Wujudkan Generasi Berprestasi
Terkini
Jumat 31-07-2026,22:08 WIB
KJS Luncurkan Madura Ethnic Carnival 2026, Angkat Kejayaan Keraton Sumenep
Jumat 31-07-2026,22:06 WIB
KPTG Laporkan Dugaan Tanah Terlantar PT Garam ke ATR/BPN Sumenep
Jumat 31-07-2026,22:03 WIB
Tim Wasev Tinjau TMMD Ke-129 di Sampang, Pastikan Program Tepat Sasaran
Jumat 31-07-2026,22:01 WIB
Tiga Pilar Bubutan Amankan Peringatan HUT Ke-51 PUSKUD Jatim di Surabaya
Jumat 31-07-2026,21:49 WIB