Surabaya, Memorandum.co.id - Meski pandemi Covid-19 masih tinggi, namun Kadin Jatim optimis pertumbuhan ekonomi tumbuh 5 persen hingga 6 persen di Jawa Timur. Hal ini, setelah munculnya vaksin untuk pengobatan Covid-19 yang siap didistribusikan ke masyarakat. Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menjelaskan, memasuki triwulan I/2021 kondisi ekonomi masih belum banyak bergerak, tetapi tidak juga minus. "Kami perkirakan ada pertumbuhan, hingga kemampuan daya beli masyarakat akan potensi meningkat. Karena itu butuh meningkatkan produksi untuk mendorong potensi ekonomi," kata Adik Dwi Putranto, Jumat (18/12/2020). Adik didampingi jajaran pengurus harian Kadin Jatim inj mengaku yakin, adanya stimulus dan subsidi pemerintah akan meningkatkan daya beli. "Untuk dalam negeri butuh banyak stimulus dan subsidi dari pemerintah. Sehingga daya beli bisa meningkatkan," tegas dia. Meningkatkan market di luar negeri, Kadin melakukan dua hal. Pertama promosi ke luar negeri, tentunya menyelesaikan kelangkaan kontainer untuk kebutuhan sarana angkutan. Kedua, promosi investasi ke luar negeri, sehingga banyak investor yang muncul dari dalam dan luar negeri. "Ini akan mempercepat keterlambatan ekonomi di masa pandemi. Syaratnya harus ada kemudahan perijinan," katanya. Untuk itu, Kadin mendorong percepatan anggaran dalam rangka konsumsi pemerintah. Meningkatkan konsumsi rumah tangga dengan cara subsidi pemerintah, meningkatkan konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga. "Ketiga hal ini akan menaikkan permintaan pasar dalam negeri," tandas Adik. Selian itu pembinaan startup business (UMKM) akan memperkuat penciptaan lapangan kerja baru yang berdaya saing tinggi. "Kami terus melakukan pembinaan, pendampingan dan pelatihan UMKM. Sementara itu, Tomy Kaihatu Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Jasa Luar Negeri Kadin Jatim menyampaikan, kenapa permintaan pasar turun. Karena meningkatnya pengangguran. "Ini harus ditemukan solusinya. Sehingga permintaan pasar kembali normal," tegas dia. Ia menjelaskan, pemerintah sudah memberi belanja melalui maka harus diperbaiki sektor UMKM, industri, sehingga kemampuan daya beli masyarakat naik. Tomy Kaihatu menerangkan sektor industri menghadapi upah buru, maka UMKM harus bisa dijalankan. "Ini untuk mengantisipasi perbaikan sektor ekonomi yang selama ini tergantung dengan industri," tegas dia. (day)
Kadin Jatim: Ekonomi 2021 Tumbuh 5 Persen
Jumat 18-12-2020,16:04 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 24-10-2026,20:18 WIB
Problem Solving, Debt Collector Bank Plecit di Lamongan Gasak HP di Kamar Nasabah
Sabtu 24-10-2026,17:33 WIB
DPRD Surabaya Minta Penertiban Gudang Pasar Buah Tanjungsari Ditunda Demi Kondusivitas
Minggu 25-10-2026,10:03 WIB
Kawal Agung Polres Tulungagung, Gratis Kawal Orang Sakit hingga Pengantin
Sabtu 24-10-2026,21:17 WIB
Imigrasi Juanda Bekali Mahasiswa Internasional UINSA Pemahaman Aturan Izin Tinggal
Sabtu 24-10-2026,20:49 WIB
PKB Ngawi Bidik 10 Kursi DPRD di Pemilu 2029
Terkini
Minggu 25-10-2026,16:54 WIB
Cegah TPPO, Imigrasi Cilegon Bekali UMKM Pabean Strategi Pemasaran Digital
Minggu 25-10-2026,16:45 WIB
Kapolresta Malang Kota dan Wawali Salat Istisqa, Imbau Warga Cegah Kebakaran
Minggu 25-10-2026,16:36 WIB
PELATARAN Buka Sabtu-Minggu, Warga Tulungagung Bisa Urus Administrasi Tanah
Minggu 25-10-2026,16:33 WIB
Antisipasi Gangster dan Balap Liar, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Sisir Titik Rawan
Minggu 25-10-2026,16:16 WIB