Lumajang, memorandum.co.id - Jamu dipercaya masyarakat luas secara turun-temurun memiliki khasiat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan, dipercaya bisa meningkatkan imunitas di tengah pandemi Covid-19 ini. Sehingga saat ini produk olahan jamu tradisonal banyak dicari masyarakat luas. Tapi tak sedikit generasi muda kita yang kurang suka dengan rasa jamu yang pahit serta baunya yang aneh. Hal ini membuat, Yahmuhaiminah, warga Jalan Semeru, Kelurahan Citrodingwasan, Kabupaten Lumajang, mencari cara agar jamu yang diproduksinya bisa disukai oleh berbagai usia dari orang tua sampai anak-anak. Usaha pembuatan jamu tradisonal yang dia geluti sejak 2006 awalnya hanya memproduksi sinom, kunyit asem, dan beras kencur. Tapi seiring dengan banyaknya permintaan konsumen, ibu asli Sampang ini mengembangkan produk olahan jamu wedang pokak. Dari segi kemasan sudah menyesuaikan permintaan pasar menjadi kemasan siap saji dan mudah untuk dikosumsi. “Kami memproduksi jamu ini awalnya cuma untuk orang tua saja, tapi saya mencoba cara agar jamu saya banyak disukai juga oleh remaja dan anak-anak” ujarnya. Dikenal dengan nama “Jamu Safitri”, dia produksi sendiri jamu buatannya dan hanya dibantu anak-anaknya. Dari segi rasa memang berbeda dengan jamu-jamu yang biasa dijual di luar. Selain rasanya yang segar, jamu olahan Yahmuhaiminah ini menggunakan gula asli bukan pemanis buatan. “Kami menggunakan resep turun temurun dari nenek saya yang asli orang Sampang, Madura, jadi banyak yang bilang rasa jamu saya ini beda dari jamu-jamu yang lainnya. Karena kami memakai bahan berkualitas serta memakai gula asli bukan pemanis buatan, makanya meski harganya agak mahal jamu produksi saya ini masih diminati banyak orang,” lanjutnya. Harga jamu yang diproduksinya untuk sinom, kunyit asem, serta beras kencur dengan kemasan gelas kecil dia bandrol Rp 50 ribub per dos. Untuk kemasan botol isi 8 dibandrol harga Rp 60 ribu. Sedangkan untuk pemasarannya masih menggunakan cara offline yaitu sesuai dengan permintaan konsumen. “Kita juga dulu pernah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan disperindag dan mencoba untuk memasarkan secara online. Order yang kami dapat saat itu banyak dari luar kota, tapi karena keterbatasan tenaga akhirnya kami stop dan sementara hanya menerima order secara offline saja. Bagi masyarakat lokal bisa datang langsung ke Jalan Semeru, depan SDN Citrodiwangsan 4, Kabupaten Lumajang, atau bisa telepon ke 0334-882088 serta WA 081336162172, ” pungkas Yahmuhaiminah. (ani/fer)
Tingkatkan Imunitas dengan Konsumsi Jamu Tradisional
Minggu 13-12-2020,20:12 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 06-10-2026,11:25 WIB
Miras Berbagai Merek Dioplos, Akademis Unusa Ungkap Bahaya hingga Risiko Kematian
Senin 05-10-2026,23:12 WIB
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Emil Audero Gagalkan Penalti Thailand
Senin 05-10-2026,19:52 WIB
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Tetangga: Sempat Cuci Motor Sebelum Berlayar
Senin 05-10-2026,16:51 WIB
Hadapi Musim Hujan, Pemkot Madiun Keruk 4 Sungai dan Siapkan Pompa 500 Liter per Detik
Senin 05-10-2026,21:20 WIB
Empat Anak Satu Keluarga Putus Sekolah di Wiyung, DPRD Surabaya Desak Dispendik
Terkini
Selasa 06-10-2026,13:32 WIB
Kanit Binmas Polsek Klakah Cek Perkembangan Tanaman Jagung Warga Desa Papringan
Selasa 06-10-2026,13:04 WIB
Satreskrim Polres Gresik Dalami Pembunuhan Randupadangan, Periksa Enam Saksi
Selasa 06-10-2026,12:48 WIB
Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara Respons Sidang Ijazah Wapres
Selasa 06-10-2026,12:15 WIB
RSUD Dr Soetomo Terima Pasien Rujukan Korban Ledakan Perumahan San Antonio
Selasa 06-10-2026,12:00 WIB