Probolinggo,memorandum.co.id - Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur Muhammad Sarmuji menyatakan bahwa Partai Golkar sulit memenangkan pemilu di Probolinggo. Fakta itu diperoleh dari sejumlah hasil kajian yang menunjukkan fakta di Jatim secara umum dan Probolinggo khususnya, bukan tempat strategis bagi Partai Golkar untuk menang pemilu. Hal itu disampaikan saat melantik pengurus DPD Partai Golkar Kota Probolinggo masa bakti 2020-2025, di Gedung Paseban Sena, jalan Suroyo Kota Probokinggo. "Pemenang Pemilu di Jatim pascareformasi didominasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan. Pascareformasi siapa pemenang Pemilu Jawa Timur? pokoknya kalau bukan PKB ya PDI lah," tegas Sarmuji. Kondisi itu juga berlaku di Kota Probolinggo, kata Sarmuji, secara strategis sulit menang pemilu pascareformasi. Kendati demikian, masih ada celah dalam memenangkan pemilu bagi Partai Golkar jika melakukan revolusi komunikasi. "Seluruh pengurus, kader dan simpatisan Partai Golkar Kota Probolinggo diajak untuk mulai sadar terhadap peran media sosial. Pemilu sebelumnya, hampir semua partai terpisah dan jauh dari konstituennya karena terlalu berorientasi ke dalam dan lupa dengan orientasi kepentingan orang banyak," tandasnya. Menurutnya, hasil survei menunjukkan popularitas sejumlah partai politik yang secara infrastruktur tidak begitu baik. "Kami harus malu terhadap partai yang infrastrukturnya tidak lengkap, kegiatannya juga jarang-jarang tapi hasil surveinya terus menanjak naik perlahan," pinta Sarmuji. Menyikapi hal tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Kota Probolinggo terpilih, Fernanda Zulkarnain optimis selama lima tahun ke depan akan mampu memenangkan kontestasi politik di Kota Probolinggo. Disinggung soal pencalonan dirinya kembali pada Pilwali Kota Probolinggo mendatang, Fernanda menjawab untuk lebih fokus membesarkan Partai Golkar terlebih dahulu. Sebab, perhelatan pilwali itu masih lama, sehingga sekarang lebih terfokus untuk membesarkan partai. Apalagi komposisi pengurus DPD Partai Golkar Kota Probolinggo didominasi 63 persen perempuan dan kaum milenial. "Kuota pengurus Partai Golkar untuk perempuan saat ini lebih dari 50 persen. Seperti saya yang masih muda, mereka juga kaum millenial. Kita buktikan perempuan juga mampu menjadi ujung tombak," tutur Fernanda. Meski banyak kaum perempuan, Fernanda yakin partainya terus komitmen untuk berbuat baik, dan berkontribusi ke masyarakat tetap dikedepankan. Selain itu, memajukan Partai Golkar dan memenangkan kontestasi politik di kota terus dimaksimalkan. “Pemberdayaan perempuan bisa menjadi ujung tombak dengan tetap berkomitmen untuk tetap berkontribusi, berbuat baik untuk masyarakat,” pungkasnya.(mhd/udi).
Sarmuji: Partai Golkar Sulit Menang Pemilu di Probolinggo
Minggu 15-11-2020,17:34 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 29-05-2026,12:34 WIB
Dua Dekade Lumpur Lapindo Sidoarjo, ITS Ungkap Perubahan Ekosistem Sungai Porong
Jumat 29-05-2026,09:21 WIB
Tersangka Utama Pembuatan STNK Palsu Surabaya-Pasuruan Ternyata Pemain Lama
Jumat 29-05-2026,12:53 WIB
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Seret Wakil Ketua DPM FIB Untag Surabaya
Jumat 29-05-2026,11:43 WIB
Pedro Matos Resmi Keluar dari Persebaya Surabaya
Jumat 29-05-2026,10:34 WIB
Promo Diskon Tokopedia, BRI Beri Potongan Rp 100 Ribu untuk Belanja Akhir Pekan
Terkini
Sabtu 30-05-2026,08:44 WIB
Sidak Pasar di Kota Malang, Gubernur Khofifah Temukan Kelangkaan Beras SPHP dan Minyakita
Sabtu 30-05-2026,08:31 WIB
Kawal Gizi, Pemkab Jember Sisir 209 Dapur Pelayanan secara Door to Door
Sabtu 30-05-2026,08:16 WIB
Bicara Soal MBG, Camat Mumbulsari: Ini Masalah Nyawa Anak-anak, Jangan Tunggu Ada Kasus
Sabtu 30-05-2026,07:59 WIB
Raih WTP ke-10, Bupati Lamongan: Ini Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Prestasi
Sabtu 30-05-2026,07:47 WIB