Surabaya, memorandum.co.id - Beredar video di media sosial, warga Jalan Bronggalan digegerkan dengan sebuah tas tak bertuan di depan pagar kantor Kelurahan Pacar Kembang, Rabu (14/10/2020) malam. Tas itu ditemukan petugas Linmas. Lantaran tak bertuan, petugas mencoba menanyakan kepada warga sekitar perihal tas tersebut, namun tidak ada yang mengakui kepemilikan tas itu. "Karena tak ada yang mengetahui, anggota Linmas tersebut mengambil tas itu menggunakan galah. Selanjutnya terlihat dalam kemasan tas tersebut bertuliskan kode bahan kimia dan juga selang regulator," kata Kapolsek Tambaksari, AKP Akay Fahli, Kamis (15/10/2020). Lantaran curiga tas tersebut berisi bom atau bahan berbahaya, petugas Linmas tersebut melapor ke Polsek Tambaksari. "Setelah dapat laporan, kami langsung koordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk mendatangkan tim gegana," tambahnya. Setelah ditangani petugas, ternyata tas tersebut bukan berisi bom, melainkan hanya selang regulator dan sebuah Alkitab warna kuning. "Isinya bukan bom, sepertinya ada orang yang iseng. Saat ini sedang kami lakukan penyelidikan," pungkas alumni Akpol 2009 itu. (iah)
Tas Tak Bertuan Gegerkan Warga Bronggalan
Kamis 15-10-2020,13:52 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 03-09-2026,00:29 WIB
Pemuda Lumajang Atho' Illah Tulis Biografi Gus Kikin, Ketua Umum PBNU Terpilih
Kamis 03-09-2026,01:25 WIB
Bukan Pemeran Utama, Kenapa Second Lead Drama Korea Malah Bikin Jatuh Hati?
Kamis 03-09-2026,02:14 WIB
Kopi Jawa Timur Dibidik Batavia Roast untuk Tembus Pasar Belanda
Kamis 03-09-2026,15:21 WIB
Pasien JKN Tak Perlu Repot Lagi, BPJS Kesehatan Jember Terapkan Surat Kontrol Elektronik
Terkini
Kamis 03-09-2026,22:53 WIB
Survei Seismik 2D Lamturo Sasar 238 Desa di Lamongan
Kamis 03-09-2026,22:07 WIB
Polres Lamongan Tegas Larang Flare, LA Mania Teken Pakta Integritas
Kamis 03-09-2026,22:04 WIB
Pemkab Gresik Perkuat Perlindungan Konsumen Lewat Tera Timbangan Pedagang
Kamis 03-09-2026,21:30 WIB
BRIDA Jatim Dorong Hasil Riset YAGITU Jadi Dasar Kebijakan UMKM Pangan
Kamis 03-09-2026,21:26 WIB