Sidoarjo, memorandum.co id - Korban kedua perumahan fiktif kembali melaporkan ke Mapolresta Sidoarjo. Antiningsih (29), ibu muda asal Sukodono melapor ke Mapolresta Sidoarjo dengan didampingi kuasa hukumnya. Ia melapor karena merasa ditipu, dalam pembelian perumahan di Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Dalam perjanjian itu, perusahaan tersebut akan menyerahkan kunci pada April 2020, tapi sampai sekarang belum ada bangunan rumah di lokasi. Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono menjelaskan, jika kemarin ada korban kedua, yang merasa ditipu. Korban Antiningsih merugi Rp 104 juta. Sebelum sudah ada korban yang sudah melapor ke Mapolresta Sidoarjo. "Warga Sukodono ini adalah korban kedua pengembang perumahan yang sudah melapor ke Mapolresta," kata Imam Yuwono, Rabu (23/9/20). Mantan Kasi Propam Polresta Sidoarjo itu menceritakan awal mula terjadinya penipuan yang menimpa Antiningsih itu. Sebelumnya korban berkeinginan membeli rumah baru. Dan mencari penjualan rumah lewat Instagram. Saat itu ada ada akun yang menjual perumahan di Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. "Korban tertarik setelah melihat penawaran penjualan perumahan di akun Instagram," terangnya. Karena tertarik itulah, akhirnya korban survei di lokasi yang akan dijadikan perumahan tersebut. Usai survei korban ke kantor untuk menanyakan beberapa hal terkait perumahan tersebut. Setelah itu terjadi kesepakatan harga rumah Rp 250 juta. Korban diharuskan membayar booking fee tanah atau tanda jadi ikatan pembelian unit rumah. "Pertengahan Desember 2019 terjadi kesepakatan, dengan pembayaran booking fee dulu Rp 1,5 juta," paparnya. Selang empat hari, pada (19/12/19) korban Antiningsih membayar uang muka pertama Rp 50 juta. Setelah itu selang satu bulan pada (19/1/20) korban bayar uang muka kedua Rp 50 juta. Dan pada Maret dilanjutkan dengan bayar angsuran pertama sebesar Rp 2,5 juta. Saat itu pihak developer berjanji ke korban jika akan menyerahkan kunci rumah baru pada April 2020. "Korban dijanjikan akan menerima kunci pada April 2020," jelasnya. Namun kenyataan di lapangan lain, Korban mengetahui jika sampai saat ini tidak ada pembangunan apapun di lokasi perumahan itu. Cuma ada beberapa tumpukan material batu kali. Bahkan, ketika korban menanyakan ke pihak Pemdes Desa Suruh, terkait jual beli tanah. Pihak Pemdes menjelaskan jika sawah yang akan di bangun perumahan itu belum dilunasi oleh pengembang. "Sawah itu belum dilunasi,"pungkas Imam Yuwono. (ags/jok/fer)
Bos Perumahan Fiktif Dipolisikan Lagi
Rabu 23-09-2020,18:40 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 07-10-2026,21:03 WIB
Polres Kediri Ungkap Kasus Bayi Tewas dan Aborsi di Pare-Pagu, 4 Tersangka Diamankan
Rabu 07-10-2026,20:07 WIB
Bupati Lamongan Tantang KNPI Jadi Motor Ekonomi, Jangan Cuma Seremoni
Rabu 07-10-2026,20:00 WIB
TP PKK Lumajang Tekankan Teamwork dan Tata Kelola PAUD, Ini Harapan Dewi Natalia
Rabu 07-10-2026,20:30 WIB
SHM Mangrove Klayar Terbit, Kejari Lamongan Buka Peluang Tersangka dari BPN
Rabu 07-10-2026,20:16 WIB
PT KAI Sosialisasikan Aturan Penggunaan Lahan kepada Warga Lumajang
Terkini
Kamis 08-10-2026,18:24 WIB
Piala Soeratin U-13 Putaran Nasional Berakhir, Polsek Lakarsantri Pastikan Sepanjang Laga Berjalan Aman
Kamis 08-10-2026,18:21 WIB
Begal di Nguling Pasuruan Pepet Motor Korban hingga Jatuh, Kendaraan Rp21 Juta Dirampas
Kamis 08-10-2026,17:52 WIB
Kawal Asta Cita, Bhabinkamtibmas Polsek Padang Cek Tanaman Jagung Warga Lumajang
Kamis 08-10-2026,17:29 WIB
Hari Kedua Haji Umrah Expo 2026, Saudaraku Tour & Travel Tebar Diskon hingga Rp2 Juta
Kamis 08-10-2026,17:26 WIB