PASURUAN, MEMORANDUM.CO.ID - Lembaga Sertifikasi Profesi Bisnis Digital Indonesia (LSP BISDI) yang dipimpin Dr. Ferry Hermansyah siap mencetak talenta digital berstandar nasional melalui sertifikasi kompetensi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), guna memperkuat daya saing sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan transformasi digital yang semakin masif menuntut ketersediaan SDM kompeten serta memiliki pengakuan nasional.
Mini kidi--
Menjawab tantangan tersebut, LSP BISDI hadir sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (P3) yang siap menyelenggarakan sertifikasi kompetensi di bidang bisnis digital berdasarkan lisensi BNSP Nomor KEP. 3900/BNSP/X/2026.
BACA JUGA:Generasi Muda Jadi Kunci Indonesia Emas 2045, Kemhan Dorong Bela Negara Diperkuat di Tulungagung
Kehadiran LSP BISDI ditujukan untuk memperkuat daya saing talenta digital Indonesia melalui pengujian berbasis standar kompetensi kerja yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Langkah strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak terciptanya ekosistem ekonomi digital yang kredibel, terukur, dan berdaya saing global dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
"LSP BISDI berkomitmen menjamin mutu dan pengakuan tenaga kerja melalui berbagai skema sertifikasi unggulan yang mencakup area krusial di era industri 4.0," ujar Ketua LSP BISDI Ferry Hermansyah, Kamis 5 November 2026.
Beberapa skema prioritas yang dikembangkan meliputi:
-
Business Intelligence Analyst (Analis Intelijen Bisnis).
-
Digital Transformation Planner 4.0 (Perencana Transformasi Digital 4.0).
-
AI Digital Marketing (Pemasaran Digital Berbasis AI).
Seluruh skema yang dihadirkan LSP BISDI telah disusun secara adaptif dan selaras dengan Kamus Kompetensi Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
BACA JUGA:Wujudkan Indonesia Emas 2045, Dindik Jatim Perkuat Integrasi Pendidikan Antikorupsi di Sekolah
Penyelarasan tersebut menjadi langkah konkret LSP BISDI dalam mendukung penguatan talenta digital yang kompeten sekaligus mempercepat pembentukan budaya digital (digital culture) di sektor jasa keuangan maupun industri terkait.