DPC FKPP Gresik Resmi Dikukuhkan, Wabup Alif Ajak Sinergi Permudah Perizinan Pesantren
Pengurus DPC FKPP Gresik periode 2026-2031 resmi dikukuhkan di Aula Masjid Agung--
GRESIK, MEMORANDUM.CO.ID - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) GRESIK periode 2026-2031 resmi dikukuhkan, Jumat 6 November 2026. Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kemenag GRESIK, Muhammad Ali Faiq itu berlangsung di Aula Masjid Agung.
Pengukuhan itu juga dihadiri oleh ratusan santri dan puluhan pengurus ponpes, serta para tokoh agama dari bebagai Ormas NU, Muhammadiyah, dan LDII. Serta disaksikan oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.
BACA JUGA:Wabup Gresik Serahkan Sertifikat Naskah Kuno di Haul ke-128 KH M Sholih Tsani Ponpes Qomaruddin
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq mengajak para pengurus untuk melakukan inovasi dalam program-programnya. Terutama meningkatkan prestasi pondok pesantren untuk menjaga identitas Kota Santri.

Mini kidi--
"Kami tunggu kreativitas para pengurus FKPP. Harapannya nanti ada prestasi yang bisa mengangkat identitas santri atau Kabupaten Gresik di tingkat nasional dan internasional.," ujar Ali Faiq.
BACA JUGA:Wabup Gresik Ajak Masyarakat Aktif Tanggulangi HIV/AIDS tanpa Diskriminasi
Di pihak lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengajak para pengurus untuk bersinergi bersama pemerintah dalam mendampingi ponpes untuk melengkapi perizinan. Sebab, hal itu diperlukan agar pesantren dapat menerima bantuan pendidikan pemerintah.
"Kita akan bantu. Kami berharap FKPP tidak hanya menjadi wadah komunikasi dan silaturahim antar pesantren, tetapi menjadi organisasi yang mampu menyatukan potensi dan memperkuat kolaborasi," ujarnya.
Pihaknya juga mendorong FKPP untuk berperan memperkuat kualitas pendidikan pesantren, meningkatkan kualitas dan kompetensi para ustaz serta tenaga pendidik. Sekaligys mendorong kemandirian ekonomi pesantren.
BACA JUGA:Perkuat Pengelolaan Pengaduan, Wabup Gresik Minta OPD Respons Cepat Aduan Warga
"Serta memperkuat perlindungan dan pemberdayaan santri dan membangun sinergi antara pondok pesantren dengan pemerintah daerah," tuturnya.
​Alif menyebut, Pemkab Gresik memandang ponpes sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Selain infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, menurutnya pembangunan juga membutuhkan karakter moral, keagamaan, dan kualitas sumber daya manusia.
​"Mari kita jadikan momentum Hari Santri tahun 2026 ini, sebagai titik penguatan komitmen kita untuk membangun pesantren yang maju, santri yang unggul, dan masyarakat Gresik yang semakin religius, sejahtera, serta berdaya saing," ucapnya.
Sumber:








