SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mempercepat pengerjaan sembilan proyek rumah pompa baru untuk mengantisipasi banjir menjelang puncak musim hujan dengan menargetkan seluruh fungsi mekanis beroperasi pada 1 Desember 2026, sebagaimana disampaikan Kepala Bidang Drainase Adi Gunita, Kamis 29 Oktober 2026.
Percepatan pembangunan rumah pompa menjadi prioritas pemerintah kota untuk mengoptimalkan penanganan genangan di sejumlah kawasan rawan banjir.
BACA JUGA:Banjir Rob Intai Pesisir Surabaya, BPBD Siagakan Pintu Air dan Rumah Pompa
Adi mengungkapkan, penanganan rutin di 44 titik genangan sepanjang 2026 telah mencapai progres 90 persen.
"Pada tahun 2026 ini, kita ada penyelesaian rutin di 44 titik lokasi genangan. Progresnya secara umum sudah mencapai 90 persen," ujar Adi saat dikonfirmasi Memorandum.
Menurutnya, sebagian besar pengerjaan saluran air utama telah rampung sehingga percepatan kini difokuskan pada penyelesaian infrastruktur rumah pompa.
"Saluran air sebenarnya banyak yang sudah 100 persen. Sekarang yang kita lakukan akselerasi percepatan itu terutama rumah pompa," tegasnya.
Lokasi rumah pompa yang diprioritaskan meliputi Jalan Nginden Intan Timur, Panjangjiwo, Dharmahusada, Tambaksegaran, Tanjungsari, Tambak Mayor, Teluk Betung, dan Teluk Bayur.
BACA JUGA:Percepat Pembangunan Rumah Pompa, Satpol PP Tertibkan Bangunan Liar di Bawah Flyover Tambak Mayor
Adi menjelaskan, pengoperasian sistem pompa lebih diutamakan dibandingkan penyelesaian seluruh bangunan fisik karena infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk menghadapi peningkatan curah hujan.
Meski serah terima akhir paket pekerjaan dijadwalkan pada Desember, seluruh unit pompa ditargetkan sudah terpasang dan menjalani uji coba sepanjang November.
Dengan demikian, sistem penyedotan air diharapkan dapat bekerja optimal mulai awal Desember meskipun masih terdapat pekerjaan arsitektural yang belum selesai.
Mini kidi--
"Fungsi rumah pompa yang kita optimalkan supaya bisa kerja dulu menjelang musim hujan. Kalau fungsi rumah pompa sudah kita pegang, pengerjaan sifatnya minor seperti arsitektural bisa sambil jalan," jelas Adi.
Sementara itu, hasil evaluasi hujan deras yang mengguyur wilayah perkotaan menunjukkan kondisi saluran air relatif aman dan terkendali.