Penyakit Paru Melonjak di Jember, 566 Orang Tumbang Dirawat

Jumat 02-10-2026,15:34 WIB
Reporter : Febri Irawan
Editor : Fatkhul Aziz

​Untuk membendung gelombang penularan yang kian mengganas, dr. Wahyu mendesak masyarakat untuk segera memperketat pertahanan diri dengan disiplin menggunakan masker dan merajinkan cuci tangan.

​"Karena penularannya melayang di udara, perisai utamanya adalah masker dan rajin cuci tangan. Jika mulai merasakan gejala, jangan tunda lagi, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan!" imbaunya tegas.

​Meski demikian, dr. Wahyu menuturkan bahwa tubuh manusia pada dasarnya memiliki sistem imun untuk melawan virus ini. Penggunaan antivirus hanya efektif pada 'jendela kritis', yakni 1 hingga 3 hari pertama saat gejala awal mulai menyerang.

BACA JUGA:Hesti Ajak Masyarakat Cegah Penyakit Jantung dengan Gaya Hidup Sehat dan Skrining

​Ia juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik berlebihan layaknya saat menghadapi COVID-19. Kendati tidak seganas COVID-19 yang langsung mematikan sel paru secara masif, ancaman fatal Influenza A justru mengintai pasien yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

​"Kondisi kritis atau perburukan pasien biasanya dipicu oleh komorbid berat seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, asma, hingga Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)," pungkasnya. (Fbr)

Kategori :