Untuk membendung gelombang penularan yang kian mengganas, dr. Wahyu mendesak masyarakat untuk segera memperketat pertahanan diri dengan disiplin menggunakan masker dan merajinkan cuci tangan.
"Karena penularannya melayang di udara, perisai utamanya adalah masker dan rajin cuci tangan. Jika mulai merasakan gejala, jangan tunda lagi, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan!" imbaunya tegas.
Meski demikian, dr. Wahyu menuturkan bahwa tubuh manusia pada dasarnya memiliki sistem imun untuk melawan virus ini. Penggunaan antivirus hanya efektif pada 'jendela kritis', yakni 1 hingga 3 hari pertama saat gejala awal mulai menyerang.
BACA JUGA:Hesti Ajak Masyarakat Cegah Penyakit Jantung dengan Gaya Hidup Sehat dan Skrining
Ia juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik berlebihan layaknya saat menghadapi COVID-19. Kendati tidak seganas COVID-19 yang langsung mematikan sel paru secara masif, ancaman fatal Influenza A justru mengintai pasien yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).
"Kondisi kritis atau perburukan pasien biasanya dipicu oleh komorbid berat seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, asma, hingga Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)," pungkasnya. (Fbr)