Zaini menambahkan, kegiatan tematik seperti ini rutin dihadirkan KAI Daop 8 dalam berbagai acara atau peringatan tertentu. Tema dan aktivitasnya disesuaikan dengan momentum yang diangkat.
Ia menegaskan, pelestarian batik tidak harus dilakukan melalui kegiatan berskala besar. Mengenakan batik dalam aktivitas sehari-hari juga menjadi bentuk penghargaan terhadap budaya Indonesia.
BACA JUGA:Imbas Erupsi Anak Krakatau, KAI Daop 8 Surabaya Tambah Kereta Malang-Jakarta
Di sektor perkeretaapian, unsur batik pun telah digunakan dalam sejumlah desain. Zaini mencontohkan motif Mega Mendung pada kereta cepat dan motif parang pada desain kereta rel listrik (KRL).
"Jadi, penggunaan motif batik sebenarnya sudah diterapkan dalam dunia perkeretaapian sebagai bagian dari pengenalan dan pelestarian budaya Indonesia. Penggunaan motif tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui transportasi publik," pungkasnya.
Pihaknya pun berharap kegiatan serupa dapat memberikan pengalaman berkesan bagi pelanggan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian batik. (ain)