Dari Secangkir Kopi, Anak Muda Temukan Ruang untuk Berkawan, Berdiskusi, dan Berkarya

Kamis 17-09-2026,08:34 WIB
Reporter : Ahmad Rizqi Maulana
Editor : Ferry Ardi Setiawan

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kedai kopi kini tak sekadar menjadi tempat menikmati minuman, tetapi juga ruang bagi anak muda untuk berdiskusi, bertukar ide, membangun relasi, dan mengisi waktu dengan kegiatan positif.

Fenomena tersebut terlihat dari ramainya coffee shop yang menjadi tempat berkumpul pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda. Selain bersantai, mereka memanfaatkannya untuk mengerjakan tugas, berbagi gagasan, membuat konten kreatif, hingga mempererat pertemanan.


Mini kidi--

Lingkungan pergaulan yang sehat dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang membantu anak muda menjauhi berbagai perilaku negatif, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan kriminal.

BACA JUGA:Riset YAGITU: Minuman Kedai Kopi Jadi Sumber Konsumsi Gula Gen Z Jatim

Kehadiran ruang publik yang nyaman, termasuk kedai kopi dan komunitas kreatif, memberikan alternatif bagi generasi muda untuk bersosialisasi sekaligus melakukan aktivitas yang lebih produktif.

Fajar Prima Lazuardi, pemilik Garasi Kopi75, mengatakan aktivitas ngopi tidak hanya berkaitan dengan minuman, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan menjaga pertemanan.

BACA JUGA:Melestari, Kedai Kopi Selera Kawula Muda Hadir di Bringkang, Menganti, Gresik

“Ngopi bukan cuma soal minuman, tapi juga media obrolan yang menjadikan tempat kopi sebagai titik temu untuk bertukar pikiran dan menjaga pertemanan tetap positif,” ujarnya.

Meski demikian, budaya nongkrong tetap perlu diimbangi dengan aktivitas lain. Orang tua dan masyarakat juga diharapkan memberikan pendampingan agar kebiasaan tersebut tidak dilakukan secara berlebihan.


Gempur Rokok Illegal--

Keseimbangan antara belajar, bekerja, beristirahat, dan bersosialisasi menjadi bagian penting agar aktivitas nongkrong benar-benar memberikan manfaat.

Dengan semakin banyak anak muda memanfaatkan kedai kopi sebagai ruang berkumpul dan berkreasi, budaya nongkrong dapat berkembang menjadi aktivitas sosial yang mendukung pertemanan, kreativitas, dan relasi yang positif. (*/mg-2)

Kategori :