PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Perum Bulog Kantor Cabang (Kanca) Malang menyalurkan 20 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke empat pasar tradisional di Kota Pasuruan. Penyaluran dilakukan bertahap pada 16 September dan 18 September 2026, untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus menepis isu kelangkaan beras.
Pimpinan Perum Bulog Kanca Malang Muhammad Nurjuliansyah Rahman menegaskan stok beras SPHP dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan.
BACA JUGA:Bulog Tawarkan Pasokan Beras Dua Ton per Minggu untuk Mitra KDKMP
"Kalau ada isu beras SPHP langka, itu hanya isu. Stoknya ada dan kami terus salurkan ke pasar," tegas Nurjuliansyah, Rabu 16 September 2026.
Mini kidi--
Distribusi beras SPHP tersebut menyasar empat pasar utama, yakni Pasar Gadingrejo, Karangketug, Kebonagung, dan Pasar Besar.
Setiap pedagang di pasar-pasar tersebut mendapatkan pasokan bervariasi antara 500 hingga 1.000 kilogram.
Bulog mengingatkan pedagang agar mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok maksimal Rp12.500 per kilogram.
Kehadiran beras SPHP kualitas medium tersebut disambut baik pedagang dan masyarakat. Sunarti, pemilik Toko Sunarti di Pasar Kebonagung, mengatakan beras SPHP menjadi alternatif penting bagi konsumen di tengah tingginya harga beras premium.
BACA JUGA:6 Ton Beras Bulog Ludes Terjual saat Gerakan Pangan Murah Polsek Gempol
Selain memperkuat distribusi harian, Bulog Kanca Malang juga menyiapkan inovasi berupa kemasan baru beras SPHP.
Gempur Rokok Illegal--
Kemasan baru tersebut diperkirakan mulai diluncurkan pada akhir 2026 atau 2027, sembari menghabiskan sisa stok kemasan lama berwarna hijau-kuning.
Sebagai langkah antisipasi, Bulog juga siap menggelar operasi pasar jika terjadi gejolak harga di lapangan. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pasuruan untuk menjaga stabilitas harga pangan.