Kasus ISPA Kota Pasuruan Naik 21,26 Persen, Agustus Capai 6.176 Kasus

Rabu 16-09-2026,17:20 WIB
Reporter : Hari Mujianto
Editor : Endradi

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Pasuruan meningkat tiga bulan berturut-turut, dari 5.093 kasus pada Juni menjadi 6.176 kasus pada Agustus 2026, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan, Rabu 16 September 2026.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengatakan, peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian pihaknya.

BACA JUGA:Pemkot Pasuruan Targetkan CKG 100 Persen, Pastikan Kesehatan Siswa Sejak Dini

“Peningkatan kasus ini tentu menjadi perhatian kami. Masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan, menghindari paparan debu dan asap, serta menggunakan masker ketika berada di lingkungan yang berisiko,” ujar Shierly.


Mini kidi--

Berdasarkan catatan Dinkes Kota Pasuruan, kasus ISPA pada Juni mencapai 5.093 kasus. Angka tersebut meningkat menjadi 5.907 kasus pada Juli atau bertambah 814 kasus dari bulan sebelumnya.

Selanjutnya, kasus ISPA pada Agustus mencapai 6.176 kasus atau bertambah 269 kasus dibandingkan Juli.

Secara akumulatif, kasus ISPA pada Agustus mengalami peningkatan 1.083 kasus atau sekitar 21,26 persen dibandingkan Juni.

Meskipun persentase kenaikan pada Agustus melandai dibandingkan bulan sebelumnya, tren kasus secara keseluruhan masih menunjukkan grafik peningkatan.

BACA JUGA:Mas Adi Ajak IDI Kota Pasuruan Bersinergi Tekan Stunting dan Perkuat Layanan Kesehatan

Shierly mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan berbagai gejala gangguan pernapasan yang muncul. Warga disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila keluhan berlanjut atau semakin berat.


Gempur Rokok Illegal--

"Yang terpenting adalah pencegahan dan segera mendapatkan penanganan apabila muncul gejala," tegasnya.

Menghadapi kondisi lingkungan yang berdebu dan kualitas udara yang kurang baik, warga Kota Pasuruan diingatkan untuk konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna meminimalkan risiko penularan ISPA lebih lanjut.

Kategori :