Keracunan MBG Sidoarjo, Kepala BGN Ungkap Kelalaian SPPG

Kamis 03-09-2026,18:38 WIB
Editor : Endradi

SIDOARJO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengakui keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, terjadi akibat kelalaian petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kamis 3 September 2026.

Dalam pernyataan dari kanal resmi Sudaryono yang dikutip di Jakarta, Kepala BGN mengatakan berdasarkan penelusuran sementara, makanan sudah matang pukul 05.00 WIB.

BACA JUGA:24 Santri Keracunan MBG di RSI Siti Hajar Sidoarjo Pulang, 3 Masih Jalani Perawatan

Seharusnya makanan tersebut dikonsumsi sebelum pukul 09.00 WIB. Namun, pada label ditulis pukul 08.00 WIB sehingga harus dikonsumsi sebelum pukul 10.00 WIB.


Mini kidi--

"Kenyataan di lapangan, ompreng yang harusnya dikirim sebelum jam 10.00, dikirim ke sekolah sekitar jam 11.30 atau 11.40, baru dimakan di atas jam 12.00 oleh para siswa, sehingga keracunan massal terjadi di sekolah. Anda ini berarti kan kelalaian yang disengaja, Ini namanya kelalaian yang disengaja, bukan hanya dicopot atau dipecat (kepala SPPG-nya), kalau diidentifikasi ada kelalaian dan unsur pidana, mohon maaf kami tidak bisa bantu," katanya.

Sudaryono juga mengemukakan, kepala SPPG dan ahli gizi tidak memberi label di semua ompreng, tetapi hanya di satu ompreng. Label tersebut dibaca di aplikasi Radar MBG dengan waktu terbaik konsumsi pada pukul 08.00-10.00 WIB.

"Mulai hari ini saya wajibkan setiap ompreng harus ada labelnya, saya tidak mau tahu, setiap ompreng harus ada labelnya. Dan labelnya harus diisi dengan jam yang sesuai," ujar dia.

BACA JUGA:Labfor Polri Diterjunkan Cek Sampel MBG Penyebab Keracunan Massal di Sidoarjo

Kepala BGN juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kelalaian di SPPG tersebut sehingga menimbulkan gangguan kesehatan kepada penerima manfaat di pondok pesantren.

Saat ini, BGN terus merekapitulasi dan mengawasi jumlah korban yang dirawat di rumah sakit serta memastikan mereka mendapatkan penanganan optimal.

"Sampai saat ini kita rekap, terus monitor berapa yang dirawat dan berapa yang sudah kembali, dan kami sisir penerima manfaat yang tidak ke puskesmas," ucap Sudaryono.

BACA JUGA:Keterlambatan Pengiriman MBG Jadi Sorotan Khofifah Usai Keracunan Massal di Sidoarjo

BGN juga telah menangguhkan atau suspend berat SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah, Jawa Timur, yang menyebabkan kejadian fatal keracunan MBG pada 512 siswa di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.

"Kami juga suspend berat selama 30 hari SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah. Selain itu, kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot dan digantikan," ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana di Jakarta, Rabu (2/9).

Kategori :