Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur Bergerak Menuju Merdeka Sampah

Sabtu 15-08-2026,09:54 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Muhammad Ridho

BACA JUGA:Tabrak Pantat Truk Sampah DLH Surabaya, Bocah Balongsari Meninggal

Namun, pemerintah menyadari penghargaan dan pembangunan infrastruktur saja belum cukup. Kunci utama tetap berada pada perubahan kebiasaan masyarakat.

Nurkholis menekankan, pemilahan sampah harus menjadi budaya sehari-hari. Sampah organik, plastik, kertas, logam dan residu perlu dipisahkan agar memiliki jalur pengolahan masing-masing.


Gempur Rokok Illegal--

Bank sampah juga menjadi salah satu instrumen penting. Selain menyerap sampah anorganik bernilai ekonomi seperti botol plastik, kardus, kertas dan logam, bank sampah mendorong masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari kebiasaan memilah sampah.

"Bahkan, di sejumlah tempat, hasil tabungan sampah dapat ditukar dengan sembako hingga dimanfaatkan untuk pembayaran kebutuhan rumah tangga," jelas pria yang pernah mengemban Pj. Walikota Probolinggo dan Pj Bupati Pasuruan itu. 

BACA JUGA:Buntut Pungli PKL Tugu Pahlawan, Pegawai Harian DLH Surabaya Terancam Dipecat, PPPK Diproses Administrasi

Kendati demikian, mewujudkan Jatim Merdeka Sampah tidak akan ditentukan oleh seberapa banyak sampah yang berhasil diangkut ke TPA. Ukurannya justru seberapa banyak sampah yang berhasil dicegah, dipilah, dimanfaatkan dan didaur ulang sebelum menjadi residu.

"Jatim Merdeka Sampah tidak dimulai dari TPA, melainkan dari setiap rumah, dapur, sekolah, pasar, kantor dan tempat usaha," tukas Nurkholis.

Dengan semangat kemerdekaan ke-81, pekerjaan besar itu kini dikembalikan kepada setiap warga yakni memulai kemerdekaan lingkungan dari satu kebiasaan sederhana dengan memilah sampah dari rumah. (ain)

Kategori :