BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengunjungi Pos Komunitas Arisan Sampah MAPAK (Emak-emak Berdampak) di Desa Semenkidul, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Dalam kunjungan tersebut, Cantika melihat langsung aktivitas warga dalam memilah, mengelola, dan memanfaatkan sampah menjadi berbagai barang bernilai guna.
Pos Komunitas MAPAK berada di rumah Insiyah, Ketua RT 07 sekaligus Koordinator MAPAK Desa Semenkidul. Di lokasi tersebut, berbagai hasil kreativitas warga dari barang bekas tampak menghiasi teras rumah.
BACA JUGA:Pertamina EP Cepu Raih Penghargaan Tertinggi Keselamatan Migas Patra Nirbhaya Karya Utama
Gempur Rokok Illegal--
Galon bekas yang sebelumnya tidak terpakai diubah menjadi pot tanaman dengan beragam bentuk, seperti angsa, sapi, beruang, kelinci, bunga, dan berbagai model lainnya. Kreativitas tersebut menjadi bagian dari upaya warga mengurangi sampah sekaligus memberikan nilai tambah terhadap barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
Cantika mengapresiasi gerakan pengelolaan sampah yang telah berkembang di tengah masyarakat Semenkidul. Menurutnya, MAPAK dapat menjadi salah satu contoh praktik baik pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
“Semoga makin banyak masyarakat yang meniru karena ini contoh yang bagus. Pengelolaan sampahnya sudah terstruktur. Ini juga merupakan bagian dari program Pokja II TP PKK Kabupaten,” ujar Cantika.
Mini kidi--
Ia menambahkan, pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan sarana dan sistem, tetapi juga kesadaran setiap individu. Kebiasaan sederhana membuang dan memilah sampah dengan benar menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang bersih.
“Perlu kesadaran kita untuk memasukkan sampah ke tempat sampah,” tegasnya.
Koordinator MAPAK Desa Semenkidul, Insiyah, menjelaskan komunitas tersebut mulai bergerak sejak Mei 2025. Pada awal pembentukannya, MAPAK hanya memiliki 16 anggota. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, jumlah anggota kini berkembang menjadi sekitar 35 orang.
“Dulu sampah dipilah oleh para anggota yang ikut arisan sampah. Alhamdulillah, kita bisa bersedekah dari hasil penjualan sampah plastik,” ungkap Insiyah.
BACA JUGA:Timbulan Sampah Jatim Capai 5,5 Juta Ton, DLH Dorong Pengolahan Jadi Energi
Setiap tanggal 13, anggota MAPAK membawa sampah yang telah dikumpulkan dari rumah masing-masing ke lokasi pengelolaan. Sampah kemudian dipilah berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya. Sampah yang masih dapat didaur ulang dimanfaatkan kembali, sementara sampah yang memiliki nilai ekonomi dijual.