Nyeri Dada Berujung Pemasangan Ring Jantung, Arif Rasakan Manfaat JKN di Bojonegoro
Ilustrasi pelayanan kesehatan dan pemasangan ring jantung bagi peserta JKN.--
BOJONEGORO, MEMORANDUM.CO.ID – Arif Zainuddin (49), warga Kelurahan Ledok Kulon, BOJONEGORO, merasakan nyeri hebat yang menjalar dari dada hingga punggung sepulang bekerja hingga akhirnya menjalani pemasangan ring jantung dengan biaya perawatan ditanggung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Arif yang merasa kondisinya tidak kunjung membaik kemudian berobat ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro.
BACA JUGA:Bayar PBB Pakai Sampah, Bank Sampah Desa Sudu Jadi Percontohan Bojonegoro
Tim medis UGD langsung melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, mulai dari pemeriksaan laboratorium, elektrokardiogram (ECG), hingga X-ray dada.

Mini kidi--
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyumbatan pembuluh darah utama jantung sehingga dokter menyarankan tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau pemasangan ring (stent) jantung.
"Saat dokter menjelaskan bahwa saya harus menjalani tindakan pemasangan ring jantung, tentu ada rasa takut dan cemas. Namun, di sisi lain saya merasa lebih tenang karena status kepesertaan JKN saya aktif. Saya bisa fokus pada proses pengobatan dan pemulihan tanpa harus memikirkan bagaimana membayar biaya tindakan yang nilainya pasti sangat besar," tutur Arif.
Untuk mendapatkan penanganan spesialis yang lebih komprehensif, Arif kemudian dirujuk ke Laboratorium Katerisasi (Cath Lab) Instalasi Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.
BACA JUGA:Berkat JKN, Rizqi Dapat Akses Layanan Kesehatan Tanpa Terbatas Domisili
Di bawah penanganan dokter spesialis jantung bersama tim medis, prosedur pemasangan stent berlangsung lancar selama 40 menit.
Setelah tindakan, Arif dalam kondisi sadar penuh dan langsung dipindahkan ke ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) untuk menjalani pemantauan intensif.
Berdasarkan catatan medis, Arif memiliki riwayat tekanan darah tinggi 158/100 mmHg, kadar kolesterol total 210 mg/dL, LDL 179 mg/dL, HDL 25 mg/dL, serta faktor risiko dari kebiasaan merokok.
"Saya bersyukur menjadi peserta JKN. Pengalaman berharga yang saya alami ini akhirnya dapat teratasi dengan layanan JKN. Saya benar-benar terkejut dan sangat bersyukur ketika mengetahui seluruh biaya operasi hingga perawatan intensif ditanggung sepenuhnya 100 persen oleh BPJS Kesehatan tanpa ada biaya tambahan sama sekali," ujar Arif.
BACA JUGA:Tak Perlu Antre Lama, Inovasi BPJS Kesehatan Semakin Memanjakan Peserta JKN
Sumber:








