SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Polemik yang menyeret nama Tio Ferdian Rahmana terus menjadi sorotan. Sosok yang pernah terlihat membantu kegiatan protokol di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu dikaitkan dengan unggahan seorang perempuan di media sosial yang menuding adanya permintaan untuk menggugurkan kandungan atau aborsi.
Pemkot Surabaya pun buka suara. Pemerintah kota memastikan Tio bukan aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Kepala Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkot Surabaya Ario Bagus Permadi menjelaskan, Tio sebelumnya berstatus tenaga non-ASN yang dikontrak untuk membantu sejumlah pekerjaan di lingkungan protokol.
BACA JUGA:Polemik Dugaan Aborsi Seret Nama Runner Up Raka Raki, Paguyuban Cak-Ning Surabaya Turun Tangan
“Yang namanya staf itu kan ada ASN, ada non-ASN. Dia ini termasuk staf yang non-ASN,” kata Ario saat dihubungi wartawan, Senin 10 Agustus 2026.
Mini kidi--
Menurut Ario, Tio mulai membantu kegiatan protokol sekitar akhir 2024 hingga awal 2025. Latar belakangnya sebagai Cak Surabaya menjadi salah satu pertimbangan karena saat itu bagian protokol membutuhkan pembawa acara (MC) laki-laki.
“Pada waktu itu background beliau sebagai Cak Surabaya. Kebetulan teman-teman protokol membutuhkan MC laki-laki. Dari proses itu beliau dianggap bisa menjadi salah satu MC laki-laki dan kemudian membantu di protokol untuk tugas-tugas MC,” jelasnya.
BACA JUGA:Runner-up Raka Raki Jatim 2026 Diduga Minta Pacar Aborsi, Polisi Imbau Korban Segera Laporan
Namun, kiprah Tio di lingkungan protokol Pemkot Surabaya ternyata sudah berakhir. Ario memastikan berdasarkan informasi dari jajaran protokol, Tio tidak lagi membantu sebagai MC sejak akhir Desember 2025.
“Semenjak akhir Desember 2025 itu beliau sudah tidak membantu sebagai MC di protokol,” ujarnya.
Ario juga kembali menegaskan bahwa hubungan Tio dengan Pemkot Surabaya ketika itu sebatas kontrak sebagai tenaga non-ASN.
“Kontrak saja,” tegasnya.
Gempur Rokok Illegal--
Terkait polemik pribadi yang kini ramai diperbincangkan di media sosial, Pemkot Surabaya memilih tidak masuk terlalu jauh. Ario menyebut Tio sudah tidak lagi membantu di lingkungan protokol sehingga persoalan yang berkembang saat ini merupakan ranah personal.