BACA JUGA:Gandeng Cina dan Korea, Surabaya Terapkan Teknologi Baru Deteksi TBC Menggunakan Air Liur
"Dengan adanya Homecare ini akan lebih baik lagi karena ada kemudahan akses dan dukungan kendaraan Homecare dari kabupaten. Jadi sangat bisa diintegrasikan," ulasnya.
Pertempuran melawan TBC di tingkat lokal ini sejalan dengan kondisi darurat nasional. Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Indonesia masih membayangi dunia di peringkat kedua kasus TBC terbanyak. Bahkan, sekitar 10 persen dari total beban kasus TBC global ada di tanah air.
"Indonesia ini negara nomor dua kasus tuberkulosis di dunia. Sepuluh persen kasus TBC dunia adanya di Indonesia. Kita tidak boleh terus menjadi negara dengan beban TBC yang tinggi," tegas Wamenkes.
BACA JUGA:Program Perumahan Rakyat untuk Kesehatan Masyarakat: Tekan Kasus TBC dan Stunting
Dokter spesialis paru tersebut menegaskan bahwa pemerintah pusat tengah menggenjot penemuan kasus melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berskala masif. Jika tahun lalu CKG menjangkau 70 juta jiwa, tahun ini target dipatok melonjak hingga 130 juta orang.
"Tahun lalu sudah 70 juta orang mengikuti cek kesehatan gratis, tahun ini kita harapkan mencapai 130 juta orang. Khusus tuberkulosis kita tambahkan pemeriksaan foto rontgen agar kasus bisa ditemukan lebih cepat, sehingga kasus TBC di Jember 2028-2029 bisa turun jauh," pungkasnya.(Fbr)