Ia mengingatkan pembangunan Kota Surabaya harus tetap berpijak pada sejarah perjuangan para pendahulu.
"Seperti pesan Bung Karno, Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Surabaya boleh menjadi kota metropolitan, tetapi tidak boleh meninggalkan semangat arek-arek Suroboyo," tuturnya.
Komandan Sastrol Kodaeral V Moch. Anton Maulana turut mengajak komunitas otomotif menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan kota.
"Satu aspal, satu hobi, tetap Jogo Suroboyo."
Ia juga mengajak generasi muda menyalurkan hobi melalui kegiatan yang positif.
"Anak muda cuma siji. Hobimu apa pun bentuknya, tetap Jogo Surabaya, rek," katanya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0830/Surabaya Kolonel Inf. Bambang Raditya menilai Night Ride menjadi sarana membangun kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan sekaligus mencegah aktivitas negatif pada malam hari.
Gempur Rokok Illegal--
"Hari ini diprakarsai Pak Ketua DPRD. Kita sambil jaga Surabaya. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Banyak isu negatif dan anak-anak yang keluar malam melakukan hal-hal yang kurang baik. Mari kita sama-sama, sebagai arek Surabaya, menjaga kota ini," ujarnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Darwis Burhansyah menambahkan kegiatan tersebut mencerminkan soliditas Forkopimda Surabaya dalam menjaga keamanan dan kondusivitas kota.
"Kegiatan ini menunjukkan bahwa Forkopimda Surabaya tetap guyub, kompak, dan bersama-sama menjaga keamanan serta kondusivitas Kota Surabaya," pungkasnya. (alf)