Ketua BPP: Jaga Integritas dan Nama Baik Kampus
Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI, Saifuddin Idris, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program KKN UNUGIRI. Menurutnya, tema KKN tahun ini sejalan dengan arah pengembangan kampus yang berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat melalui pengembangan potensi daerah, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
BACA JUGA:Deteksi Gagal Ginjal Lebih Mudah, Dosen Unugiri Kembangkan Sistem Berbasis Artificial Intelligence
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bojonegoro beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin dengan UNUGIRI. Tema KKN tahun ini selaras dengan visi dan misi kampus sebagai perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat. Melalui pengembangan destinasi wisata, pemberdayaan UMKM, dan penguatan ekonomi kreatif, kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Kepada seluruh peserta KKN, Saifuddin berpesan agar menjaga etika, menghormati budaya setempat, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pihak di lokasi pengabdian. Menurutnya, keberhasilan program KKN tidak hanya ditentukan oleh kualitas program kerja, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa beradaptasi dengan masyarakat.
"Saya berpesan kepada seluruh peserta KKN, baik yang bertugas di dalam negeri maupun di luar negeri, agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan terhadap budaya dan adat istiadat masyarakat setempat. Sebagaimana pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hormatilah budaya yang ada, patuhilah arahan Dosen Pembimbing Lapangan, bangun koordinasi yang baik dengan kepala desa, perangkat desa, serta para tokoh masyarakat. Insyaallah, apabila semua itu dijalankan dengan baik, program-program KKN akan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun bagi diri kalian sendiri."
Rektor: Mahasiswa Hadir Membawa Solusi dan Memberikan Manfaat
Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Ma'arif, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Tahun 2026 mengusung dua skema pengabdian, yaitu KKN PINTAR sebagai skema nasional dan KKN CERDAS sebagai skema internasional. KKN PINTAR dilaksanakan selama 30 hari, mulai 29 Juli hingga 29 Agustus 2026, sedangkan KKN CERDAS berlangsung selama 28 hari, mulai 29 Agustus hingga 26 September 2026, dengan lokasi pengabdian di Malaysia dan Thailand. Untuk KKN PINTAR, mahasiswa akan ditempatkan di lima kabupaten, yakni Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Jombang di Provinsi Jawa Timur, serta Kabupaten Blora di Provinsi Jawa Tengah yang mencakup 17 kecamatan dan 58 desa.
"Tahun ini UNUGIRI melaksanakan dua skema Kuliah Kerja Nyata, yaitu KKN PINTAR sebagai skema nasional dan KKN CERDAS sebagai skema internasional. Melalui kedua skema tersebut, kami ingin memberikan pengalaman pengabdian yang lebih luas kepada mahasiswa, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
BACA JUGA:Buku Kearifan Lokal Mahasiswa PAI Unugiri Dibedah di Bojonegoro, Kaprodi akan Sowankan Bupati
Rektor juga memohon arahan dan dukungan dari Bupati Bojonegoro serta Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI agar pelaksanaan KKN dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di hadapan seluruh peserta upacara, ia berpesan agar mahasiswa meluruskan niat dalam menjalankan pengabdian, menjaga nama baik almamater, serta menjadikan KKN sebagai ruang belajar bersama masyarakat.
"Kami memohon arahan, bimbingan, dan dukungan dari Bapak Bupati Bojonegoro serta Ketua BPP UNUGIRI agar pelaksanaan KKN tahun ini dapat berjalan dengan baik. Kepada seluruh mahasiswa, niatkan pengabdian ini dengan sebaik-baiknya. Insyaallah, apabila diawali dengan niat yang baik, Allah SWT akan memberikan kemudahan dalam setiap langkah pengabdian. Atas nama sivitas akademika UNUGIRI, kami juga memohon maaf apabila dalam proses persiapan maupun pelaksanaan masih terdapat berbagai kekurangan. Semoga KKN Tahun 2026 ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi seluruh mahasiswa," tuturnya.
Rangkaian upacara pemberangkatan KKN UNUGIRI Tahun 2026 ditutup dengan prosesi simbolis penerbangan balon ke udara yang dipimpin oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi Rektor UNUGIRI M. Jauharul Ma'arif. Prosesi diawali dengan hitungan bersama "tiga, dua, satu", yang disambut antusias oleh seluruh peserta upacara sebelum balon diterbangkan sebagai tanda dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai daerah.
Penerbangan balon tersebut menjadi simbol pelepasan mahasiswa KKN untuk mengemban amanah pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, UNUGIRI berharap seluruh peserta KKN mampu menjalankan program kerja yang telah dirancang, memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.