BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 dalam upacara yang digelar di Lapangan UNUGIRI, Selasa 28 Juli 2026.
Pelepasan tersebut menandai dimulainya pengabdian mahasiswa melalui dua skema, yakni KKN PINTAR (Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Inovatif, Transformatif, Adaptif, dan Responsif) yang dilaksanakan di dalam negeri serta KKN CERDAS (Kuliah Kerja Nyata Collaborative, Educational, Research, Development, and Academic Service) yang dilaksanakan di luar negeri.
Upacara pemberangkatan dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, jajaran Forkopimda, unsur TNI dan Polri, Ketua Tanfidziyah PCNU Bojonegoro, perwakilan BPJS, Rektor UNUGIRI M. Jauharul Ma'arif, jajaran wakil rektor, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Saifuddin Idris, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) M. Ivan Ariful Fathoni, para dekan, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN.
BACA JUGA:Dosen Unugiri Dampingi UMKM Golden Crunch Kembangkan Nilai Tambah Produk Pangan Lokal
Pada tahun ini, KKN PINTAR mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat untuk Akselerasi Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif: Menggali Potensi, Mengembangkan Destinasi," sedangkan KKN CERDAS mengangkat tema "Mengukuhkan Kemitraan Strategis untuk Akselerasi Ekosistem Pendidikan Global Berkualitas." Kedua tema tersebut menjadi arah pelaksanaan program pengabdian mahasiswa yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi KKN, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pelaksanaan KKN 2026 merupakan kelanjutan dari rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Penlat) yang telah dilaksanakan sepanjang Juli 2026. Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa dipersiapkan untuk memetakan potensi wilayah, menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah desa dan berbagai pemangku kepentingan selama masa pengabdian.
BACA JUGA:Hadir di Perpustakaan Unugiri, Duta Baca Indonesia Gol A Gong Beri Motivasi Menulis
Khusus pada skema KKN PINTAR, pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif menjadi fokus utama program. Arah tersebut selaras dengan berbagai hasil kajian akademik UNUGIRI, salah satunya melalui lahirnya Padangan Wonderful Bojonegoro, sebuah paket wisata terpadu berbasis potensi lokal yang telah diluncurkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai implementasi rekomendasi hasil riset perguruan tinggi. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan potensi daerah melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Bupati Bojonegoro: KKN Menjadi Ruang Belajar Kepemimpinan dan Pengabdian
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan Kuliah Kerja Nyata sebagai ruang belajar yang sesungguhnya di tengah masyarakat. Menurutnya, KKN bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan memimpin, berkoordinasi, bekerja sama, serta memahami kehidupan sosial dengan berbagai karakter masyarakat yang berbeda.
Gempur Rokok Illegal--
"Adik-adik mahasiswa tentu sudah memahami tujuan Kuliah Kerja Nyata. Di sinilah kalian belajar menjadi pemimpin, belajar berkoordinasi, bekerja sama, dan bersosialisasi dengan masyarakat yang memiliki budaya, adat istiadat, serta karakter yang berbeda-beda. Ini juga menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah sekaligus memahami secara langsung berbagai potensi maupun persoalan yang dihadapi masyarakat desa," ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan KKN relatif singkat sehingga mahasiswa perlu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat sejak awal penugasan. Ia berharap tema KKN tahun ini mampu menghasilkan rekomendasi akademik yang dapat mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Waktu KKN hanya sekitar satu bulan, karena itu saya berharap adik-adik segera beradaptasi, menjalin komunikasi dengan pemerintah desa, perangkat desa, dan para tokoh masyarakat. Tema KKN tahun ini sangat relevan dengan pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif. Saya berharap hasil pengabdian dan laporan yang disusun mahasiswa nantinya tidak hanya bermanfaat bagi desa lokasi KKN, tetapi juga dapat menjadi rujukan akademik bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan, baik di Bojonegoro maupun di daerah lain seperti Lamongan, Jombang, Tuban, dan Blora," tuturnya.