Seiring pengetatan aturan ODOL, TPS juga melihat adanya perubahan pola distribusi barang. Pelaku usaha mulai mengoptimalkan manajemen muatan, menambah frekuensi pengiriman, serta memanfaatkan moda transportasi alternatif.
Untuk mendukung ekosistem logistik yang lebih aman, TPS menyiapkan sejumlah langkah strategis, seperti penguatan digitalisasi data, optimalisasi verifikasi berat, peningkatan koordinasi lintas instansi, serta edukasi kepada pengguna jasa.
Selain itu, TPS juga mendorong pengembangan logistik multimoda melalui integrasi angkutan jalan, kereta api, dan transportasi laut guna mengurangi ketergantungan pada truk ODOL.
Ke depan, TPS berharap adanya regulasi yang konsisten, pengawasan berkelanjutan, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Selain itu, diperlukan masa transisi dan sosialisasi yang cukup bagi pelaku usaha agar implementasi Zero ODOL berjalan optimal.
“Yang terpenting adalah komitmen bersama seluruh stakeholder untuk mewujudkan sistem logistik nasional yang aman, efisien, dan bebas ODOL,” pungkasnya. (rio)