GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Angka kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV/AIDS) di Gresik telah mencapai 105 kasus. Data itu didapat Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik melalui skrining yang dilakukan sejak Januari hingga Juni 2026.
Meski terjadi penurunan dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah itu dinilai masih cukup tinggi. Apalagi, para pengidap HIV di Gresik didominasi oleh kalangan masyarakat yang berada di usia produktif.
Mini Kidi Wipes.--
Kabid P2P Dinkes Gresik, Dr Puspitasari Wardani mengatakan, sosialisasi tentang pencegahan dan pengobatan HIV sudah digencarkan pihaknya. Hal itu dijalankan melalui Puskesmas di seluruh wilayah.
“Penemuan kasus HIV sampai akhir Juni mencapai 105 kasus, dari total pasien yang melaksanakan tes sebanyak 20.807 orang,” kata Puspita, Selasa 7 Juli 2026.
Gempur Rokok Illegal--
Dari jumlah itu, 9 kasus di antaranya ditemukan pada calon pengantin melalui tes kesehatan. Tes HIV menjadi salah satu layanan yang termasuk dalam paket cek kesehatan gratis (CKG) bagi calon pengantin.
“Ada 4000 lebih orang dari calon pengantin yang telah menjalani skrining HIV. Dari 9 orang yang terdeteksi positif HIV, empat di antaranya laki-laki dan lima perempuan,” ungkapnya.
Meski tes HIV bagi calon pengantin masih bersifat imbauan, pihaknya memandang perlu deteksi dini untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing pasangan. Terutama untuk mencegah terjadi penularan.
Ia menyampaikan, bahwa calon pengantin yang dinyatakan positif HIV akan mendapatkan pendampingan konseling dari petugas kesehatan.
Menurutnya, keterbukaan terkait kondisi kesehatan kepada pasangan sangat penting agar keputusan terkait pernikahan dapat diambil bersama-sama dengan pendampingan medis.
“Kami mendorong agar hasil positif HIV disampaikan kepada pasangannya sehingga keduanya dapat memahami kondisi yang ada dan menentukan langkah selanjutnya bersama tenaga kesehatan,” tuntasnya.
Meski belum dapat disembuhkan, HIV tetap dapat dikendalikan dengan pengobatan dan terapi. Oleh karenanya, deteksi dini diperlukan agar pasien segera mendapat penanganan dan mencegah penularan. (rez)