Jadi Simpul Hilirisasi Kawasan Transmigrasi, Gresik Lepas Ekspor Rajungan ke Amerika Serikat

Selasa 30-06-2026,19:33 WIB
Reporter : Achmad Willy Alva Reza
Editor : Endradi

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi melepas ekspor rajungan ke Amerika Serikat dari CV Kudatama Mas yang terletak di Kawasan Industri Gresik (KIG), Senin 29 Juni 2026.

Pelepasan ekspor tersebut dilakukan untuk memperkuat hilirisasi produk unggulan kawasan transmigrasi sekaligus menegaskan peran Gresik sebagai simpul industri pengolahan komoditas perikanan berorientasi ekspor.

Ekspor rajungan itu merupakan hasil kolaborasi Kementerian Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Gresik, Aruna Indonesia, dan CV Kudatama Mas.

Bahan baku rajungan dipasok dari kawasan transmigrasi di Sorong, Papua, Maluku, Maluku Utara, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, serta kawasan pesisir Gresik dan Lamongan.

BACA JUGA:DPRD Gresik Dorong Optimalisasi Aplikasi Siap KIR untuk Cegah Gratifikasi


Mini Kidi Wipes.--

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan seluruh hasil tangkapan tersebut diolah di Gresik sebelum diberangkatkan ke pasar Amerika Serikat.

Menurutnya, posisi Gresik sebagai kawasan industri menjadi modal penting untuk menghubungkan potensi sumber daya dari berbagai daerah dengan pasar ekspor.

"Hari ini kita melepas satu kontainer. Mudah-mudahan ke depan jumlahnya terus meningkat menjadi lima kontainer atau bahkan lebih," ujar Fandi Akhmad Yani.

Ia menambahkan kerja sama tersebut juga membuka peluang hilirisasi bagi komoditas unggulan lain dari kawasan transmigrasi, seperti kakao dan kopra, yang dapat diolah di Gresik.

"Kami berharap dukungan Kementerian Transmigrasi terus diperkuat agar semakin banyak produk unggulan kawasan transmigrasi yang memiliki nilai tambah melalui industri di Gresik," tuturnya.


Gempur Rokok Illegal--

Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi mengatakan rajungan merupakan salah satu produk unggulan kawasan transmigrasi dengan bahan baku yang berasal dari Sorong, Maluku, Maluku Utara, Pasangkayu, serta kawasan pesisir Gresik dan Lamongan.

Menurutnya, arah baru pembangunan transmigrasi saat ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal dan hilirisasi produk unggulan.

"Setiap kawasan transmigrasi memiliki produk unggulan yang berbeda. Karena itu pengembangannya juga harus spesifik, termasuk melalui hilirisasi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat," katanya.

Kategori :