iklan HUT R!

Tak Maksimal Serap Telur untuk MBG, Mentan Amran Minta Korwil BGN Surabaya Dicopot

Tak Maksimal Serap Telur untuk MBG, Mentan Amran Minta Korwil BGN Surabaya Dicopot

Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman meminta Korwil BGN Surabaya dicopot karena dinilai tidak maksimal menyerap telur untuk program MBG.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman mengambil tindakan tegas terhadap pelaksana program pemenuhan gizi di Surabaya. Amran meminta izin kepada pihak Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mencopot Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Surabaya, Tiara Devi Maharani, Selasa 11 Agustus 2026.

Keputusan tersebut disampaikan Amran dalam Rapat Pengunggasan Nasional di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), Kota Surabaya. Amran menilai Tiara tidak menjalankan instruksi pemerintah terkait penyerapan telur dari peternak untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Mini kidi--

Pencopotan tersebut bermula ketika Amran meminta Kepala KPPG Surabaya, Kusmayanti, memaparkan data terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum melakukan penyerapan telur dari peternak.

Dalam pemaparannya, disebutkan bahwa seluruh SPPG di Surabaya belum melakukan pembelian telur sesuai instruksi pemerintah.

BACA JUGA:Periksa 12 Saksi, Kejagung Terus Dalami Korupsi MBG yang Libatkan Eks Pimpinan BGN

Amran kemudian memanggil Tiara selaku Koordinator Wilayah BGN Surabaya untuk meminta penjelasan terkait kondisi tersebut.

Tiara menjelaskan, berdasarkan laporan dari SPPG di Surabaya, pembelian telur dari sejumlah sentra peternakan seperti Blitar, Magetan, dan daerah sekitarnya mensyaratkan adanya jumlah minimal pengiriman setiap hari.

Kondisi itu disebut menjadi alasan SPPG di Surabaya belum melakukan pembelian telur dari daerah-daerah tersebut.

BACA JUGA:Bakom Tegaskan Program MBG Tetap Jadi Prioritas Usai Pergantian Kepala BGN

Namun, penjelasan itu tidak membuat Amran menerima kondisi tersebut. Ia menilai SPPG tetap harus menjalankan instruksi pemerintah mengenai penyerapan telur sesuai petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.

Menurut Amran, BGN sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi terkait kebijakan penyerapan telur tersebut. Karena itu, alasan teknis di lapangan tidak boleh membuat instruksi pemerintah tidak dijalankan.

Amran pun mengambil keputusan untuk mencopot Tiara dari jabatannya sebagai Koordinator Wilayah BGN Surabaya.

"Jangan marah sama saya. Tolong Pak, kalau bisa dicopot. Biar tidak ada lagi. Maaf Dek, ini bukan sebagai menteri, ini peternak. Rakyat meminta keputusan," kata Amran.

Sumber:

Berita Terkait