Ditempat yang sama Direktur Pemasaran Bank UMKM Jawa Timur, Agung Soeprihatmanto menjelaskan Bank UMKM Jatim terus memperkuat perannya sebagai bank yang fokus pada pembiayaan sektor UMKM.
"Saat ini perseroan memiliki modal sekitar Rp442 miliar dengan komposisi kepemilikan terbesar berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar 85,20 persen," ujarnya.
Menurut Agung, Bank UMKM Jatim telah didukung 32 kantor cabang, 132 kantor kas, serta lebih dari 1.100 pegawai. Selain memperluas layanan keuangan yang inklusif, Bank UMKM juga membangun sinergi dengan berbagai BUMD, pemerintah daerah, hingga lembaga keuangan melalui penempatan dana, penyaluran kredit, dan digitalisasi layanan.
Gempur Rokok Illegal--
"Kolaborasi dengan Jamkrida Jatim menjadi bagian penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM sehingga mampu menciptakan ekosistem pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan," jelasnya.
Assistant Vice President Investor Relations Bank Jatim, Derry Widya Ariyanta, mengatakan Bank Jatim menargetkan menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia melalui transformasi lima pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi ekosistem bisnis, pengembangan sumber daya manusia, transformasi digital, serta penguatan kelembagaan.
BACA JUGA:Komisi E DPRD Jatim Sebut Program Perlindungan Sosial Tekan Kemiskinan Ekstrem
Widya Ariyanta menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berada di atas rata-rata nasional menunjukkan sektor UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah sehingga membutuhkan dukungan pembiayaan yang semakin luas.
"Sinergi Bank Jatim, Bank UMKM, dan Jamkrida Jatim menjadi bagian dari upaya memperkuat pembiayaan sektor UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur," katanya.(day)