Komisi C pun meminta pemerintah daerah mengambil langkah cepat sambil menunggu pembangunan IPAL selesai.
"Saya berharap dalam dua minggu ke depan sudah ada tindakan nyata untuk mengurangi dampak pencemaran yang saat ini cukup berat," katanya.
BACA JUGA:Jejak Masa Kecil Bung Karno Menguat di Ploso, DPRD Jombang Kawal Penetapan Titik Nol
Sementara itu, Kepala DLH Jombang, Miftahul Ulum, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi jangka pendek dan jangka panjang. Selain pembangunan IPAL komunal, DLH akan berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan penanganan sementara di sungai terdampak.
Salah satunya dengan menanam eceng gondok di sejumlah titik aliran sungai. Tanaman tersebut dinilai mampu membantu menyerap dan mengurai kandungan pencemar dalam air sehingga dapat mengurangi bau yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
"Eceng gondok cukup efektif membantu mengurai zat pencemar. Harapannya, tingkat pencemaran dan bau dapat berkurang hingga sekitar 50 persen," ujarnya.
BACA JUGA:DPRD Jombang Dorong Aplikasi DTSEN Terpadu, Data Bansos Dinilai Masih Amburadul
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pengerukan sedimentasi di beberapa titik sungai yang menjadi lokasi penumpukan limbah sebagai upaya mempercepat pemulihan kualitas air.
Dengan berbagai langkah yang tengah disiapkan, masyarakat berharap persoalan pencemaran limbah tahu yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan dapat segera teratasi tanpa mengganggu keberlangsungan industri yang menjadi sumber penghidupan warga. (war)