SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dunia perhotelan (hospitality) bukan sekadar tentang pelayanan visual, melainkan seni membangun citra dan menciptakan pengalaman berkesan bagi tamu.
Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Radha Putri Widya Atmaja, perempuan kelahiran 26 Juli 2001 yang kini sukses mengemban amanah sebagai Asisten Marcomm Manager di Aston Sidoarjo.
BACA JUGA:Aston Sidoarjo Gelar Swaranika Wedding Showcase dengan Konsep Romantis dan Elegan
Mini Kidi Wipes.--
Kariernya di industri perhotelan dimulai tak lama setelah ia lulus kuliah pada tahun 2024. Meski awalnya sekadar coba-coba, Radha menyadari bahwa bekal pengalaman magangnya sejak semester awal kuliah bisa dijadikan modal.
Saat magang, ia belajar mulai dari creative writer, copy writing, social media specialist, hingga digital marketing. Itu sangat sejalan dengan ruang lingkup dunia Marketing Communications (Marcomm).
BACA JUGA:Rayakan Semangat Kartini, Aston Sidoarjo Gelar Kartini Power Move Bersama 60 Perempuan Inspiratif
Gempur Rokok Illegal--
Jiwa mudanya yang dinamis dan gemar mendaki gunung, tecermin dari rekam jejak prestasinya yang gemilang. Di usia muda, selama berkarir Radha berkontribusi dalam kolaborasi strategis dengan media internasional seperti Travel + Leisure dan Travel Weekly Asia.
"Bagi saya, dunia perhotelan adalah industri yang sangat dinamis dan penuh kreativitas. Di sini, kita tidak hanya menjual kamar, tetapi membangun image, branding, dan cerita dari hotel itu sendiri," katanya, Jumat 22 Mei 2026.
Tak hanya itu, ia juga berkontribusi dalam pelaksaanaan kolaborasi bersama Garuda Indonesia untuk segmen travel agent Korea dan Jepang, bekerja sama dengan fotografer internasional Daniel Kordan, hingga berkolaborasi dengan mega influencer tanah air seperti Nikita Willy dan Abe Cekud Family.
"Hospitality mengajarkan kita cara menciptakan pengalaman yang berkesan untuk tamu melalui keunikan produk yang kita miliki," tambahnya.
BACA JUGA:Aston Sidoarjo Buka Program Sarapan Minggu Pagi untuk Umum di Kawasan Kahuripan Nirwana
Bagi Radha, industri ini memberikannya ruang tanpa batas untuk berinovasi. Ia percaya bahwa keberhasilan sebuah hotel diukur dari seberapa kuat kedekatan yang dibangun, baik kepada para tamu maupun masyarakat luas.